POJOKSATU.id, KARAWANG — Memasuki usia ke-393 tahun, Kabupaten Karawang tidak ingin sekadar merayakan hari jadi dengan seremoni.

Semangat MOTEKAR—Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif— didorong menjadi energi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah capaian pembangunan menjadi gambaran perjalanan Karawang sepanjang 2025. IPM meningkat menjadi 74,59, angka kemiskinan turun menjadi 7,08 persen, sementara pertumbuhan ekonomi naik dari 4,20 persen menjadi 5,06 persen.

Di sisi lain, PDRB per kapita mencapai Rp130,65 juta dan Gini Ratio membaik dari 0,376 menjadi 0,360. Tingkat Pengangguran Terbuka juga tercatat 7,99 persen di tengah tingginya aktivitas industri dan arus pencari kerja.

Bagi Pemkab Karawang, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Capaian itu menjadi ukuran apakah pembangunan benar-benar bergerak dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Karawang juga mencatat sejumlah penghargaan penting. Mulai dari opini WTP dari BPK RI, Juara 1 Kabupaten/Kota Informatif tingkat Jawa Barat, hingga predikat Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI.

Karawang juga meraih peringkat pertama IPKD se-Jawa Barat, Juara 3 Nasional Indonesia's SDGs Action Awards 2025, serta peringkat IV nasional JDIH dengan predikat AA atau istimewa.

Deretan penghargaan tersebut menjadi modal sekaligus tantangan. Sebab, prestasi bukan tujuan akhir, tetapi harus diikuti dengan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan benar-benar dirasakan warga.

Perayaan Hari Jadi Karawang tahun ini pun dikemas dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Ada 2.000 lowongan kerja melalui Job Fair Online, ditambah 393 lowongan khusus bagi pekerja Desil 1, 2, dan 3.

Ada pula bazar UMKM, pangan murah, santunan anak yatim, kegiatan keagamaan, pesta rakyat, budaya, olahraga hingga pelayanan kesehatan gratis.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan HUT ke-393 bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga tentang manfaat.

Karawang boleh berlari kencang, tetapi tantangan ke depan juga tidak ringan. Pembangunan, lapangan kerja, pemerataan ekonomi, pelayanan publik dan keterbukaan informasi tetap membutuhkan kerja nyata dan pengawasan bersama.

Semangat MOTEKAR pun diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian HUT selesai.

Karena pada akhirnya, prestasi terbaik bukan hanya penghargaan yang terpampang di atas kertas, tetapi ketika masyarakat benar-benar merasakan Karawang yang lebih maju, lebih mudah dilayani, dan semakin sejahtera.

Karawang MOTEKAR. Usia 393 tahun, terus bergerak dan terus membuktikan.**