POJOKSATU.id, KARAWANG – Kabar viral di media sosial yang menyebut seorang lansia bernama Kakek Saikam (75), warga Dusun Kutajaya, Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, hidup sebatang kara dan tidak pernah menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), akhirnya terjawab.
Babinsa Koramil 0604/Rawamerta, Sertu Dedy Sartono, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Langkah klarifikasi dilakukan bersama aparat desa setempat dengan mendatangi rumah Kakek Saikam.
Pengecekan lapangan itu turut disaksikan Ketua RT 07 dan Ketua RT 08, wilayah tempat Kakek Saikam tinggal. Dari hasil konfirmasi, informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai fakta di lapangan.
Babinsa memastikan Kakek Saikam tercatat sebagai penerima aktif bantuan PKH. Bantuan tersebut diketahui telah dicairkan secara berkala, termasuk pada periode tahun 2025 dan sebelumnya.
Baca Juga: Hidup Sendirian di Usia 75 Tahun, Lansia Karawang Mengaku Tak Terima PKH
Menurut hasil klarifikasi, pernyataan Kakek Saikam yang merasa tidak menerima bantuan diduga dipengaruhi kondisi kesehatan dan faktor lupa yang dialaminya. Saat proses pengecekan berlangsung, salah satu anak Kakek Saikam juga hadir dan membenarkan bahwa buku tabungan serta kartu ATM PKH disimpan olehnya untuk membantu pengelolaan keuangan orang tuanya.
“Kami melakukan pengecekan langsung terkait informasi yang viral. Dari data dan keterangan di lapangan, Bapak Saikam tercatat sebagai penerima PKH. Kemungkinan karena kondisi kesehatan, beliau lupa telah menerima bantuan tersebut,” kata Sertu Dedy Sartono.
Meski persoalan bantuan sosial telah diklarifikasi, Babinsa tetap melanjutkan kunjungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga binaannya. Kehadiran aparat kewilayahan itu sekaligus memastikan situasi dan kebutuhan Kakek Saikam secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Dedy Sartono juga memberikan bantuan pribadi berupa sembako, seperti beras, telur, dan mi instan, sebagai bentuk empati kepada lansia tersebut.
“Terlepas dari miskomunikasi soal PKH, kami ingin memastikan kondisi beliau baik. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami,” ujarnya.
Klarifikasi ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan bantuan sosial. Aparat kewilayahan dan pemerintah desa juga diminta terus aktif melakukan verifikasi data agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. ***




