POJOKSATU.id, KARAWANG – Kisah seorang remaja bernama Nopan (18) yang bekerja sebagai buruh tandur di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, ikut menyita perhatian pemerintah desa asalnya. Ia diketahui sudah bertahun-tahun meninggalkan bangku sekolah.
Pemuda asal Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, itu ditemui di tengah sawah pada Sabtu (6/11/2025). Bersama rombongan buruh harian, Nopan bekerja sejak subuh hingga sore dengan bayaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari. Saat pertama ditemui, ia bahkan mengaku berusia 13 tahun.
Nopan sempat bercerita bahwa ia berhenti sekolah karena persoalan biaya dan memilih bekerja di sawah karena merasa lebih nyaman dibandingkan belajar di kelas. Ia juga mengaku tinggal terpisah dari kedua orang tuanya—sang ibu berada di Arab Saudi dan ayahnya bekerja di Karawang.
Setelah kisah ini ramai dibicarakan, Kepala Desa Sampalan, Jamal, bersama perangkat desa langsung mendatangi rumah Nopan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus menawarkan bantuan pendidikan.
Baca Juga: Polres Karawang Sita 2.884 Butir Obat Keras dari Tiga Pemuda
Dari pengecekan tersebut terungkap fakta lain. Usia Nopan ternyata sudah 18 tahun, dan keputusan putus sekolah sejak kelas 5 SD bukan karena faktor ekonomi, melainkan pilihan pribadi.
“Kami sudah cek langsung. Umurnya 18 tahun. Keluarga juga menyampaikan dia berhenti sekolah karena kemauannya sendiri, bukan karena tidak ada biaya,” kata Kades Jamal, Senin (8/11/2025).
Upaya pemerintah desa untuk mengembalikan hak pendidikan Nopan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Namun tawaran mengikuti pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A hingga Paket B, selalu ditolak.
“Sudah kami tawarkan sekolah kesetaraan, tapi dia tetap menolak,” ujar Jamal.
Meski begitu, Jamal menegaskan pihaknya belum menyerah. Ia berencana menemui orang tua Nopan kembali untuk mencari solusi terbaik dan memastikan tidak ada lagi hambatan biaya jika Nopan bersedia kembali sekolah.
“Tadi orang tuanya belum pulang kerja. Besok pagi saya temui lagi. Kalau dia mau ikut Paket A atau B, biaya bukan masalah, kami bantu,” tegasnya.
Kades Jamal berharap Nopan tidak menutup pintu masa depannya dan bersedia kembali melanjutkan pendidikan. ***




