POJOKSATU.id, KARAWANG – Investigasi dugaan pengoplosan gas LPG di Karawang nyaris berakhir petaka. Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Karawang, DJ Kopi, mengaku sempat dikejar dua pria tak dikenal saat mendokumentasikan sebuah gudang yang dicurigai menjadi lokasi aktivitas ilegal, Sabtu (17/1).

DJ Kopi yang juga Jurnalis Media Online datang ke lokasi setelah menerima laporan warga tentang adanya gudang yang diduga mengoplos gas LPG subsidi. Baru beberapa menit memotret area tersebut, situasi mendadak berubah. Dua pria berboncengan motor muncul dan langsung mengarah ke arahnya.

“Mereka tiba-tiba mendekat dan mengejar. Posisi saya saat itu sendirian,” kata DJ Kopi.

Merasa keselamatannya terancam, DJ Kopi memilih kabur meninggalkan area gudang. Kejar-kejaran pun terjadi di sekitar lokasi. Dalam kondisi panik, ia terus berlari mencari tempat aman untuk berlindung.

Baca Juga: PT Garda Assets Security Karawang Mantapkan Ekspansi lewat RAT dan RUPS 2025

“Saya tidak berani melawan. Fokus saya hanya mencari tempat yang bisa aman,” ujarnya.

Beruntung, tak jauh dari titik kejadian terdapat sebuah pabrik. DJ Kopi langsung masuk dan meminta bantuan. Petugas keamanan yang berjaga segera mengamankan situasi hingga dua pria tersebut tidak lagi terlihat.

“Sekuriti pabrik yang menolong saya. Kalau tidak, saya tidak tahu apa yang bisa terjadi,” ungkapnya.

DJ menilai peristiwa itu sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalistik pewarta warga. Ia menegaskan, dugaan pengoplosan gas LPG bukan perkara kecil karena menyangkut keselamatan masyarakat serta potensi kerugian negara.

“Gas oplosan sangat berbahaya. Ini bukan sekadar pelanggaran, tapi ancaman bagi warga,” tegasnya.

Ia pun meminta aparat penegak hukum turun tangan mengusut dugaan praktik pengoplosan gas LPG di Karawang sekaligus menjamin keamanan pewarta di lapangan.

“Kalau ingin persoalan ini terang, pewarta juga harus dilindungi, bukan diintimidasi,” pungkas DJ Kopi. ***