POJOKSATU.id, KARAWANG - Ferry Jambul Merah (JM), sosok yang dikenal sebagai anak buah Hercules dan kini menjabat sebagai Ketua Harian GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) Jaya Jawa Barat, akhirnya buka suara terkait insiden pembakaran mobil yang ramai diperbincangkan publik.

Dengan nada tegas, Ferry menepis keterlibatan organisasi yang dipimpinnya dan menyatakan siap menertibkan siapa pun yang merusak nama GRIB.

“GRIB Jaya JABAR bukan tempat berkumpulnya preman. Kalau ada yang pakai atribut GRIB untuk berbuat anarkis, akan saya sikat sendiri. Organisasi ini dibentuk untuk membela rakyat, bukan untuk menciptakan keresahan,” tegas Ferry, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: Mencekam! Begini Kronologi Pembakaran Mobil Polisi di Depok oleh Ormas GRIB Jaya Harjamukti

Ketika ditanya soal apakah pelaku pembakaran mobil di Depok merupakan bagian dari GRIB JABAR, Ferry menjawab lantang, “Penjelasan soal itu sudah disampaikan oleh Ketua DPD GRIB Jaya Jabar, Gabriel Alexander. Tapi yang pasti, kalau benar ada anggota yang terlibat, kami tidak akan lindungi. Biarkan hukum bekerja.”

Ferry Jambul Merah atau JM bukanlah sosok baru di dunia aktivisme dan pergerakan akar rumput. Ia dikenal sebagai salah satu kader keras Hercules yang kini menempuh jalur legal dan sosial untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.

Dengan latar belakang sebagai aktivis yang vokal dalam isu HAM, buruh, dan antikorupsi, JM telah menjelma menjadi pemimpin organisasi massa yang berkomitmen menata anggota agar mampu berkontribusi positif bagi bangsa.

Baca Juga: Berujung Damai, Ormas Pemuda Pancasila dan GRIB Jaya di Blora Saling Memaafkan Usai Terlibat Bentrokan

“GRIB JABAR hari ini adalah organisasi profesional. Kami terus membina anggota agar tidak jadi beban masyarakat, tapi jadi pelindung rakyat. Kalau ada yang nyeleneh, saya sendiri yang turun,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.

Nama Ferry Jambul Merah sendiri sudah tidak asing di kalangan aktivis dan pengamat politik. Dari advokasi buruh, protes antikorupsi, hingga pengawalan isu lingkungan, ia dikenal sebagai sosok keras tapi konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan. ***