POJOKSATU.id, SUBANG – Kondisi minim penerangan di ruas jalan Purwadadi–Rancabango, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, menuai keluhan warga. Jalur yang melintasi kawasan kebun tebu itu dinilai berbahaya saat malam hari karena gelap total dan jauh dari permukiman penduduk.

Warga menyebutkan, selain rawan kecelakaan lalu lintas, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan tindak kriminal. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur dengan volume kendaraan cukup padat dan berstatus sebagai jalan provinsi.

Tokoh masyarakat Purwadadi, Cicai, mengatakan ketiadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sudah lama dikeluhkan warga, namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan.

“Kalau malam hari jalannya benar-benar gelap. Tidak ada satu pun lampu penerangan, sementara kiri-kanan kebun tebu dan sepi. Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Cicai, Selasa (30/12/2025).

Ia menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan ruas jalan lain di wilayah sekitar. Menurutnya, akses Purwadadi menuju Kalijati sudah relatif terang karena hampir seluruh jalur dilengkapi PJU.

Baca Juga: Polisi dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Layak untuk Nenek Emi di Klari Karawang

“Yang sudah ramai dan dekat pemukiman malah terang. Sementara jalan ini sepi dan gelap justru tidak diperhatikan, padahal sama-sama jalan provinsi,” ucapnya.

Warga juga menyinggung kewenangan pengelolaan jalan yang berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mereka berharap Pemprov Jabar segera turun tangan, terlebih Gubernur Jawa Barat berasal dari Kabupaten Subang.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Subang, A. Fauzi Ridwan, mengaku telah menindaklanjuti aspirasi warga dengan mendorong pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pihak terkait.

Baca Juga: Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 dengan Perjuangan Sengit di Subang

Fauzi menjelaskan, berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan, ruas jalan Purwadadi–Rancabango sebenarnya sudah masuk dalam rencana pemasangan PJU oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Secara perencanaan sudah ada alokasi PJU, tetapi sampai akhir tahun ini belum juga terealisasi,” kata Fauzi.

Ia menambahkan, kendala yang disampaikan Dishub adalah belum tersedianya jaringan listrik di sepanjang ruas jalan tersebut. Meski demikian, menurutnya alasan teknis tidak boleh menjadi penghambat utama.

“Harus ada solusi konkret, entah lewat koordinasi lintas instansi atau alternatif lain. Penerangan jalan ini menyangkut keselamatan dan rasa aman masyarakat,” tegasnya.

Fauzi pun berharap persoalan gelapnya jalan tersebut segera dituntaskan agar tidak terus memakan korban dan meresahkan pengguna jalan. ***