POJOKSATU.id, KARAWANG - Kebahagiaan terpancar dari wajah Cantika Setiya Fitri usai mengikuti prosesi pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Karawang Tahun 2026. Bukan hanya karena berhasil menjadi bagian dari 50 anggota Paskibraka terpilih, tetapi juga karena akhirnya dapat kembali bertemu dengan kedua orang tuanya setelah hampir sepekan menjalani masa karantina dan persiapan intensif.

Siswi SMA Negeri 1 Karawang itu mengaku momen bertemu keluarga menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama menjalani tugas sebagai calon pengibar bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Senang banget ketemu orang tua. Sudah hampir mau seminggu,” ujar Cantika usai dikukuhkan Bupati Karawang di Plaza Pemda Karawang, Jumat (14/8/2026).

Perjalanan Cantika hingga terpilih menjadi anggota Paskibraka tidak diraih secara instan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah tertarik dengan kegiatan Paskibra dan kerap mengagumi para pengibar bendera yang tampil dalam upacara kenegaraan.

Ketertarikan itu terus tumbuh saat dirinya menempuh pendidikan di tingkat SMP hingga akhirnya semakin kuat ketika bersekolah di SMA Negeri 1 Karawang.

Kesempatan untuk mewujudkan impiannya datang saat seleksi Paskibraka Kabupaten Karawang dibuka. Cantika pun mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh semangat meski harus bersaing dengan ratusan peserta lainnya.

Dari sekitar 507 peserta yang mendaftar, Cantika berhasil lolos hingga masuk delapan besar dan akhirnya terpilih menjadi salah satu dari 50 anggota Paskibraka Kabupaten Karawang Tahun 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Sang ibu, Ani Rohmani, S.Pd.I., mengaku terharu melihat perjuangan putrinya yang tidak pernah menyerah selama mengikuti proses seleksi dan pembinaan.

“Alhamdulillah, berkat perjuangan dan semangatnya, Cantika bisa sampai di tahap ini. Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga,” kata Ani.

Meski telah resmi dikukuhkan, tugas Cantika belum selesai. Bersama anggota Paskibraka lainnya, ia masih harus menjalani berbagai persiapan menjelang upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus mendatang.

Di balik seragam Paskibraka yang dikenakannya, Cantika juga menyimpan cita-cita besar untuk masa depan. Ia bercita-cita menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan) dan ingin melanjutkan semangat disiplin serta pengabdian yang telah dipelajarinya selama menjadi anggota Paskibraka.

Baginya, pengalaman mengikuti Paskibraka menjadi bekal penting untuk membentuk mental, kedisiplinan, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, sang ibu berharap pengalaman berharga tersebut dapat menjadi langkah awal bagi Cantika untuk meraih cita-citanya.

“Semoga cita-citanya terkabul, sukses ke depannya, selalu patuh kepada orang tua dan menjadi anak yang salehah,” tuturnya.

Perjalanan Cantika menjadi anggota Paskibraka bukan hanya tentang kehormatan mengibarkan bendera Merah Putih. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi kisah tentang kerja keras, pengorbanan, kerinduan kepada keluarga, kebanggaan orang tua, dan langkah awal menuju impian menjadi seorang Polwan. ***