POJOKSATU.id, KARAWANG – Di usia senja, Kakek Saikam (75) harus menjalani hidup seorang diri di Dusun Kutajaya, Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang. Lansia tersebut mengaku tidak lagi menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), meski namanya tercatat sebagai penerima aktif dalam data Kementerian Sosial.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kakek Saikam mengandalkan bantuan dari warga sekitar. Ia mengaku kerap diberi makanan oleh tetangga karena tidak memiliki penghasilan tetap.

Kakek Saikam diketahui memiliki enam orang anak yang kini tinggal terpencar di sejumlah daerah, seperti Banten, Subang, Cikarang, dan Bogor. Namun dalam kesehariannya, ia hidup sendirian tanpa pendamping keluarga.

Baca Juga: Soal Aduan Rumah Lansia, Tim Ketua DPRD Karawang Buka Suara

Ia juga tidak memegang langsung dokumen pribadinya. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu ATM bantuan sosial saat ini berada di tangan salah satu anaknya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, saldo bantuan PKH disebut masih kosong sehingga tidak dapat dicairkan.

“Kalau makan, sering dikasih tetangga,” ujar Kakek Saikam saat ditemui di kediamannya, Kamis 25 Desember 2025.

Ia mengaku heran karena warga lain di lingkungannya sudah menerima bantuan, sementara dirinya yang terdata sebagai penerima justru tidak mendapatkan pencairan.

Berdasarkan pengakuannya, bantuan PKH hanya pernah diterima dua kali beberapa tahun lalu. Setelah itu, penyaluran bantuan tersebut terhenti tanpa adanya penjelasan yang jelas.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Karawang Perketat Pengamanan di Tol, Arteri, dan Tempat Wisata

“Dulu pernah dua kali dapat, setelah itu sampai sekarang tidak ada lagi,” katanya.

Hingga kini, Kakek Saikam mengaku belum pernah menerima penjelasan dari aparatur lingkungan setempat terkait kendala penyaluran bantuan tersebut.

Ia menyebut belum ada pihak RT maupun RW yang datang memberikan informasi mengenai status bantuan sosial yang seharusnya diterimanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak desa maupun instansi terkait mengenai penyebab terhentinya penyaluran PKH yang dialami Kakek Saikam. ***