POJOKSATU.id, KARAWANG - Semangat berkurban di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah ternyata tidak surut di lingkungan Kampung Tanjung, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur.

Melalui program tabungan kurban yang dikelola secara rutin dan transparan, Panitia Qurban Masjid Jam’i Baitul Muttaqin berhasil mewujudkan penyembelihan 1 ekor sapi dan 9 ekor domba pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah.

Program sederhana namun efektif ini menjadi bukti bahwa ibadah kurban tidak harus dilakukan dengan pembayaran besar secara mendadak. Dengan pola menabung sedikit demi sedikit setiap hari, warga akhirnya mampu ikut berkurban sapi tanpa merasa terlalu berat secara finansial.

Ketua Panitia Kurban Masjid Jam’i Baitul Muttaqin, Toto Priyanto, mengatakan sistem tabungan tersebut sengaja dibuat agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk ikut beribadah kurban, khususnya kurban sapi yang nilainya relatif lebih besar.

Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Tebar Berkah Idul Adha, 43 Hewan Kurban Disalurkan Door to Door ke Warga

“Alhamdulillah di masjid untuk kurban tahun 1447 Hijriyah ada sapi 1 dan domba ada 9. Untuk penarikan dari himpunan kurban ini kita memakai sistem tabungan. Satu orang itu Rp20.000 per hari, satu minggu Rp80.000, kalau satu bulan Rp320.000, jadi terkumpul Rp3.840.000 dalam setahun,” ujar Toto, Selasa (27/5/2026).

Menurutnya, sistem tabungan tersebut mendapat respons positif dari warga karena nominal yang disetorkan sangat ringan dan bisa disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing jemaah.

Dalam praktiknya, peserta kurban sapi menyetorkan uang secara rutin kepada panitia. Dana tersebut kemudian dikelola dan dikumpulkan selama satu tahun penuh hingga cukup untuk pembelian hewan kurban.

Skema ini terbukti efektif. Dalam kurun waktu satu tahun, peserta mampu mengumpulkan dana jutaan rupiah tanpa harus mengeluarkan uang besar sekaligus menjelang Idul Adha.

Keberhasilan program tersebut juga menunjukkan pentingnya manajemen keuangan berbasis kebersamaan di lingkungan masyarakat. Selain membantu meringankan biaya kurban, program itu sekaligus membangun budaya disiplin menabung dan semangat gotong royong antarjemaah.

Baca Juga: Kembali Berulang, Siswa SMP di Bandar Lampung Tusuk Teman Gara-gara Sering Dibully

Sementara itu, untuk 9 ekor domba yang ikut disembelih tahun ini berasal dari penghimpunan kurban di luar program tabungan harian sapi. Hewan-hewan tersebut merupakan bentuk partisipasi langsung warga dan donatur yang ingin berbagi kepada masyarakat sekitar.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada para pekurban dan donatur yang telah mempercayakan hewan kurbannya melalui Masjid Jam’i Baitul Muttaqin.

Adapun para pekurban yang tercatat tahun ini antara lain Bpk. H. Abdulloh Nabawi Bin H. Mansur, Ibu Hj. Kodariah Binti H. Amin, Bpk. Rohidin Bin Sawaludin, Bpk. Uju Junaedi Bin Juhara, Ibu Karnis Binti Wita, Ibu Hj. Siti Aminah Binti H. Abdul Rohman, serta Ibu Hj. Rukiah Binti H. Awang Sarwang.

Menurut Toto, keberhasilan pelaksanaan kurban tahun ini tidak lepas dari semangat kebersamaan warga Kampung Tanjung yang terus menjaga tradisi gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan masjid.

Ia berharap program tabungan kurban sapi tersebut bisa terus berjalan dan jumlah pesertanya semakin bertambah setiap tahun. Dengan begitu, semakin banyak warga yang memiliki kesempatan menunaikan ibadah kurban tanpa harus terbebani persoalan biaya.

Program yang dijalankan Masjid Jam’i Baitul Muttaqin ini juga menjadi contoh menarik bagi lingkungan lain di Karawang. Di tengah tantangan ekonomi masyarakat, solusi kreatif berbasis kebersamaan justru mampu menghadirkan kemudahan dalam menjalankan ibadah.

Langkah sederhana dari Kampung Tanjung ini sekaligus membuktikan bahwa niat baik selalu menemukan jalannya. Dengan pengelolaan yang transparan, disiplin menabung, dan kekompakan warga, impian untuk berkurban sapi akhirnya dapat terwujud. ***