POJOKSATU.id, KARAWANG – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Perusahaan menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen sekaligus menambah volume distribusi guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi.
Kebijakan tersebut disampaikan di tengah situasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kondisi itu turut memengaruhi aktivitas operasional perusahaan, namun Pupuk Indonesia memastikan pelayanan kepada petani tidak terganggu.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan kebijakan baru ini saat melepas pengiriman pupuk bersubsidi dari Karawang pada Jumat (28/11/2025). Ia menegaskan bahwa pemangkasan harga tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Rahmad, Presiden menugaskan Pupuk Indonesia untuk melakukan inovasi agar petani dapat memperoleh pupuk dengan harga lebih terjangkau.
“Alhamdulillah, harga pupuk subsidi sudah kami turunkan 20%. Ini berkat kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang meminta kami mencari terobosan agar petani bisa mendapatkan pupuk lebih murah,” ujarnya.
Baca Juga: 99 Siswa SMP Pupuk Kujang Ikuti Diklatsar Bareng Kodim 0604 Karawang
Rahmad menjelaskan bahwa kebijakan yang diberlakukan mencakup tiga poin utama: harga turun 20%, volume pupuk subsidi ditingkatkan, dan proses penebusan dipermudah. Tiga langkah ini diharapkan mempercepat upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.
Sebelum melepas lima truk pengiriman pupuk ke Jawa Barat dan Jawa Tengah, Rahmad turut menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebutkan bahwa bencana tersebut juga berdampak pada infrastruktur perusahaan.
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe. Operasional pabrik sementara dihentikan demi keselamatan para pekerja. Meski begitu, Pupuk Indonesia tetap menjamin pasokan bagi petani di wilayah terdampak.
Baca Juga: Pupuk Kujang Tambah Stok Darah PMI Karawang di Awal Tahun
“Suplai pupuk tetap aman. Wilayah yang biasanya dilayani PIM kini didukung suplai dari Pusri, Petrokimia Gresik, dan Kalimantan Timur,” tegasnya.
Menghadapi musim tanam dan potensi cuaca ekstrem hingga Februari 2026 sebagaimana peringatan BMKG, Pupuk Indonesia meningkatkan jumlah pengiriman. Pupuk Kujang tercatat telah mendistribusikan lebih dari 70.000 ton sepanjang November, melampaui rata-rata bulanan sekitar 60.000 ton.
Secara nasional, perusahaan memiliki stok mencapai 1,1 juta ton, cukup untuk kebutuhan 23 hari ke depan. “Petani di seluruh Indonesia tidak perlu khawatir. Ketersediaan pupuk bersubsidi aman dan mencukupi,” tutup Rahmad. ***




