POJOKSATU.id, JAKARTA – Gelombang kekecewaan tengah melanda ribuan pegawai kontrak Kementerian Sosial (Kemensos). Sekitar 40.508 tenaga teknis yang telah lama mengabdi hingga belasan tahun, kini masih belum mendapat kepastian pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sementara itu, di sisi lain, sebanyak 1.554 guru Sekolah Rakyat (SR) yang baru direkrut pada Juni 2025 akan resmi dilantik menjadi PPPK pada Jumat (8/8/2025) di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Salemba Raya, Jakarta.

Perbedaan perlakuan ini memantik rasa ketidakadilan di kalangan pekerja sosial. Mereka menilai keputusan tersebut ironis, mengingat sebagian pegawai teknis telah mengabdi hampir dua dekade, namun belum juga mendapat kejelasan status.

"Sejak ikut seleksi kompetensi di akhir 2024, sudah hampir setahun kami menunggu kabar pengangkatan. Tapi justru guru SR yang baru sebulan bekerja langsung dilantik," ungkap salah satu pekerja sosial yang enggan disebut namanya.

Baca Juga: 2.289 Calon Guru Lolos Seleksi Tambahan PPPK Sekolah Rakyat 2025, Begini Cara Cek Pengumumannya

Ia menilai kebijakan ini dapat memukul semangat kerja para pegawai sosial di lapangan. Kontribusi mereka dalam menyukseskan berbagai program pemerintah di bidang sosial seolah diabaikan.

“Kami mendukung penuh program Sekolah Rakyat sebagai prioritas Presiden Prabowo dan Kemensos saat ini. Tapi jangan sampai nasib kami dianaktirikan. Kami berharap Gus Menteri memperhatikan hal ini,” tegasnya. ***