POJOKSATU.id, KARAWANG – Pemerintah Kecamatan Banyusari meluncurkan program inovatif bertajuk Telur Bupati sebagai langkah nyata mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membangun generasi Karawang yang sehat dan kuat.
Kegiatan launching yang digelar di Aula Kantor Desa Talunjaya pada Rabu (15/10/2025) tersebut berlangsung penuh semangat. Acara dihadiri oleh jajaran Muspika Banyusari, mulai dari Camat, Sekcam, Kasi Kesos, Kasatpel KB, hingga unsur TNI dari Koramil 0407/Jatisari yang turut mengawal langsung kegiatan.
Melalui program ini, sebanyak 18 bayi di bawah usia dua tahun (Baduta) dari enam desa di Kecamatan Banyusari menerima bantuan gizi berupa telur. Bantuan tersebut diberikan secara rutin dua butir per hari selama tiga bulan, dengan harapan dapat memperbaiki kondisi gizi anak-anak penerima manfaat.
Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Banyusari, Haris Suhendi, menjelaskan bahwa program Telur Bupati bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang yang dikelola oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Baca Juga: Aksi Imut Rayna Almera Curi Perhatian di Panggung KCP Mal Karawang
“Program ini merupakan bentuk kepedulian langsung dari Bupati Karawang terhadap anak-anak kita yang membutuhkan tambahan nutrisi. Satpel KB bertugas menyalurkan bantuan ini ke setiap kecamatan agar tepat sasaran,” terang Haris.
Ia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun fondasi generasi emas Banyusari yang bebas dari masalah gizi buruk. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak di Banyusari yang tumbuh tanpa asupan gizi cukup. Ini investasi masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Peltu Nanan selaku Danpos Koramil 0407/Jatisari menegaskan bahwa jajaran TNI turut berperan aktif dalam mengawasi jalannya program agar benar-benar sampai kepada anak penerima.
“Kami bersama Muspika berkomitmen untuk mengawal bantuan ini agar tidak disalahgunakan. Telur yang diberikan wajib dikonsumsi oleh anak-anak penerima, bukan untuk dijual atau dibagi-bagi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk benar-benar memperhatikan pemberian nutrisi bagi anak mereka. “Kami akan terus memantau di lapangan agar program ini berjalan efektif dan membawa hasil nyata bagi kesehatan anak-anak Banyusari,” tambahnya.
Setelah kegiatan peresmian, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan para Baduta penerima bantuan. Langkah ini menjadi awal dari rangkaian intervensi gizi intensif yang diharapkan mampu menekan angka stunting di Kecamatan Banyusari. ***




