POJOKSATU.id, KARAWANG — Forum Aktivis Islam (FAIS) menyatakan penolakan tegas terhadap rencana kedatangan KH Imaduddin Ustman ke Karawang.

Rencananya, KH Imaduddin akan berkunjung ke Kampung Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang pada Minggu malam 11 Agustus 2024 pukul 19.30 WIB.

Menurut Koordinator FAIS, Sunarto, isi ceramah Imaduddin kerap memprovokasi dan memecah belah umat, sehingga tidak sejalan dengan semangat toleransi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Karawang.

"Imaduddin dalam ceramahnya selalu menjelek-jelekkan pihak lain dan memicu perpecahan. Padahal, Karawang dikenal sebagai daerah yang penuh toleransi," ungkap Sunarto, Kamis 8 Agustus 2024.

Baca Juga: Puluhan Santriwati di Karawang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Oknum Pimpinan Ponpes

"Kami siap bergabung dengan elemen masyarakat lain untuk menolak kehadiran Imaduddin dan kroninya sebagai bentuk cinta kami terhadap Karawang."

Sunarto menambahkan bahwa persoalan nasab atau garis keturunan habib seharusnya ditangani oleh *Robithoh Alawiyah*, badan resmi yang berwenang dalam hal ini. Pernyataan Imaduddin yang kontroversial mengenai nasab habib di Indonesia justru menimbulkan pro dan kontra.

Diketahui, KH Imaduddin Ustman, adalah ulama kelahiran Cempaka-Kresek, Kabupaten Tangerang, pada 15 Agustus 1976. Dia menjadi sorotan publik setelah berani mengupas sejarah habib di Indonesia.

Baca Juga: Viral Isu Sara di Karawang, Bupati Ajak Warga Jaga Kondusifitas, Jangan Terpancing Provokator

Ia secara tegas menyatakan bahwa Bani Alawi bukanlah keturunan Nabi Muhammad SAW, berdasarkan penelitian ilmiah, kajian historis, penelitian manuskrip kuno, kajian ilmu nasab, dan hasil tes DNA habaib.

Pernyataan ini menuai kecaman dan penolakan dari berbagai pihak yang menganggap ceramahnya dapat memecah belah umat.

Baca Juga: Kuasa Hukum Stephanie Pertanyakan Penolakan Audit oleh Terdakwa dalam Kasus Anak Gugat Ibu di Karawang

"Imaduddin bahkan mengatakan bahwa satu lagu Rhoma Irama lebih baik dari 70 orang habaib. Pernyataan semacam ini jelas tidak masuk akal," tambah Sunarto.

Baca Juga: Bintang Futsal Academy Sabet Juara Piala KPU Karawang 2024

Penolakan terhadap ceramah Imaduddin bukanlah hal baru. Di berbagai daerah, pengajian dan ceramahnya sering mendapat tentangan karena dianggap meresahkan dan memecah belah masyarakat.

Sebagai daerah yang menjunjung tinggi persatuan dan toleransi, masyarakat Karawang berharap agar setiap tokoh yang datang dapat menyampaikan pesan damai dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. ***