POJOKSATU.id, KARAWANG - Nama Asep Fadilah atau yang lebih dikenal dengan sapaan Zhani sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat Karawang. Sosok yang pernah dikenal sebagai vokalis Band Yellow, salah satu grup musik yang cukup populer di Karawang pada masanya, kini menjalani aktivitas yang berbeda dari dunia panggung musik yang pernah membesarkan namanya.

Selain dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, pria berusia 40 tahun itu kini memiliki kesibukan baru yang memberinya ketenangan batin. Di sela rutinitas sehari-hari, Zhani sedang menekuni hobi memelihara dan merawat burung perkutut.

Bagi sebagian orang, memelihara perkutut mungkin sekadar hobi biasa. Namun bagi Zhani, burung yang dikenal memiliki suara khas dan sarat nilai budaya tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ketertarikannya terhadap perkutut ternyata berawal dari kenangan bersama sang ayah yang telah berpulang.

Ia mengaku belum terlalu lama menekuni dunia perkutut. Sebelum menyukai burung tersebut, dirinya memiliki ketertarikan pada hobi lain. Namun kenangan masa kecil yang melekat kuat membuatnya perlahan beralih dan mulai mendalami dunia perkutut.

"Alhamdulillah, saya memang belum lama menyukai burung perkutut. Dulu saya punya hobi lain, tetapi kemudian beralih karena teringat almarhum Bapak yang sangat menyukai perkutut. Dari situ muncul keinginan untuk ikut memeliharanya," ujar Zhani.

Baca Juga: Resep Sop Daging Sapi Gurih dan Empuk, Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan

Kenangan terhadap sosok ayah menjadi salah satu alasan yang membuat dirinya semakin menikmati aktivitas merawat burung. Setiap kali melihat dan mendengar suara perkutut, ada perasaan nostalgia yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Sebagai seorang musisi, Zhani tentu sangat akrab dengan berbagai jenis suara dan harmoni. Namun menurutnya, suara perkutut memiliki keunikan tersendiri yang mampu menghadirkan rasa tenang dan damai.

Ia mengaku mendapatkan kepuasan batin yang luar biasa ketika burung peliharaannya mulai mengeluarkan suara khas atau yang biasa disebut penghobi sebagai "manggung".

Bagi Zhani, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Suara perkutut yang merdu mampu menjadi pelepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari yang padat.

"Ketika mendengar perkutut sedang manggung, rasanya luar biasa. Ada kepuasan tersendiri yang sulit diungkapkan. Suaranya adem, menenangkan, dan membuat pikiran menjadi lebih rileks," katanya.

Baca Juga: Jangan Larang Anak Main Kotor, Bermain di Alam Justru Punya 7 Manfaat Penting Ini

Tidak heran jika banyak penghobi burung perkutut rela menghabiskan waktu untuk merawat dan memperhatikan perkembangan burung peliharaannya. Selain menjadi sarana hiburan, suara perkutut juga dipercaya mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman di lingkungan rumah.

Meski terlihat sederhana, merawat burung perkutut ternyata membutuhkan perhatian dan konsistensi yang tinggi. Zhani menegaskan bahwa keberhasilan membuat perkutut sehat dan rajin berbunyi tidak bisa diperoleh secara instan.

Menurutnya, pemilik harus disiplin dalam menjalankan rutinitas perawatan setiap hari. Mulai dari menjaga kebersihan sangkar, memperhatikan pola pemberian pakan, hingga memastikan kebutuhan nutrisi burung terpenuhi dengan baik.

"Perawatan perkutut itu kuncinya konsisten. Sangkar harus rutin dibersihkan, burung perlu dijemur, lalu pakan dan minuman harus diperhatikan. Selain itu, ada juga tambahan makanan atau extra fooding yang diberikan secara berkala," jelasnya.

Kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan burung. Perkutut yang dirawat dengan baik umumnya akan lebih aktif, sehat, dan memiliki kualitas suara yang lebih bagus.

Selain perawatan, usia burung juga menjadi faktor penting yang menentukan kualitas suara dan mental perkutut.

Zhani menjelaskan bahwa burung yang baru memasuki usia sekitar satu tahun biasanya mulai menunjukkan perkembangan dalam frekuensi bunyinya. Namun pada usia tersebut, kemampuan manggung belum maksimal.

Baca Juga: Jangan Larang Anak Main Kotor, Bermain di Alam Justru Punya 7 Manfaat Penting Ini

Seiring bertambahnya usia, kualitas suara dan mental burung akan semakin matang. Perkutut yang telah berumur lebih dari lima tahun umumnya sudah memiliki karakter suara yang kuat dan lebih stabil.

"Kalau usia sekitar satu tahun biasanya sudah mulai rajin berbunyi, tetapi belum maksimal. Sementara yang usianya di atas lima tahun biasanya mentalnya sudah bagus dan bisa lebih gacor," ungkapnya.

Karena itu, para penghobi perkutut dituntut untuk bersabar dalam menjalani proses perawatan. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang hingga seekor perkutut mencapai performa terbaiknya.

Di kalangan penghobi burung, istilah gacor menjadi salah satu target utama dalam perawatan. Burung yang gacor biasanya lebih aktif berbunyi dan memiliki kualitas suara yang baik.

Zhani pun membagikan tips sederhana yang selama ini ia terapkan untuk membantu meningkatkan performa perkutut peliharaannya. Menurutnya, penggunaan bahan alami dapat menjadi salah satu solusi yang aman dan efektif.

Baca Juga: China Kembali Timbun Emas Besar-besaran, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Negara dan Individu?

Ia menyarankan pemberian extra fooding berupa kacang hijau dan kencur secara berkala. Bahan-bahan tersebut mudah ditemukan dan sudah lama dikenal oleh para penghobi burung sebagai penunjang kondisi fisik serta stamina burung.

"Supaya perkutut lebih rajin berbunyi dan cepat manggung, bisa diberikan makanan tambahan alami seperti kacang hijau dan kencur. Pemberiannya cukup seminggu sekali atau dua minggu sekali," tuturnya.

Meski terlihat sederhana, perawatan yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci utama dalam membentuk burung perkutut yang sehat, aktif, dan memiliki suara berkualitas.

Bagi Zhani, hobi memelihara perkutut bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Hobi tersebut menjadi cara untuk mengenang sosok ayah yang dicintainya sekaligus menemukan ketenangan di tengah kesibukan hidup.

Dari panggung musik yang pernah membesarkan namanya hingga suara merdu perkutut yang kini menemani hari-harinya, perjalanan hidup Zhani menunjukkan bahwa ketenangan bisa ditemukan dari hal-hal sederhana yang penuh makna. ***