POJOKSATU.id, KARAWANG – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI semakin mempertegas komitmennya dalam mendukung program nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan program tiga juta rumah di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNI menggelar kegiatan Ngobrol Santai FLPP sekaligus penandatanganan kerja sama Fasilitas Kredit BNI Griya FLPP di Hotel Mercure Karawang, Selasa (28/10/2025). Dalam kegiatan ini, BNI menghadirkan 24 pengembang yang berasal dari Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Dari total tersebut, sembilan pengembang menandatangani nota kesepahaman dengan BNI sebagai langkah konkret mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di wilayah Jawa Barat. Program ini diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Area Head 5 BNI Kantor Wilayah 15, Ida Bagus Wid Dwipayana, menyebutkan bahwa BNI memiliki peran strategis sebagai agent of development dalam mendukung pemerataan pembangunan. Pihaknya menargetkan pembiayaan hingga 25 ribu unit rumah secara nasional pada tahun ini.

Baca Juga: Diduga Langgar Aturan, LBH Merah Putih Desak PUPR Karawang Putus Kontrak Proyek Penahan Abrasi di Muara Pakisjaya

“BNI terus berupaya memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Kerja sama dengan para developer ini menjadi bukti komitmen kami untuk mempercepat realisasi program tiga juta rumah pemerintah,” ujar Ida Bagus.

Ia menuturkan, BNI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga pada transformasi layanan perbankan yang cepat, modern, dan berbasis digital. Hal ini bertujuan agar masyarakat semakin mudah mengakses fasilitas kredit perumahan tanpa kendala birokrasi.

Lebih lanjut, Ida Bagus menegaskan bahwa program FLPP merupakan bagian penting dari pemerataan pembangunan nasional. Dari total target tiga juta rumah, dua juta unit di antaranya akan dibangun di wilayah pedesaan sebagai bentuk pemerataan kesejahteraan.

“Pembangunan rumah bukan sekadar menghadirkan tempat tinggal, tetapi juga menciptakan rasa aman, kenyamanan, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia. Inilah semangat yang ingin kami bawa melalui kolaborasi ini,” pungkasnya. ***