POJOKSATU.id, KARAWANG – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut dinilai masih rendah. Banyak orang baru datang ke dokter saat kondisi sudah parah.

Dokter gigi, Nikki Anastasya Nurmansyah mengingatkan pentingnya pemeriksaan sejak dini untuk mencegah risiko yang lebih serius.

“Jangan menunggu ada keluhan. Pencegahan itu penting. Ada kasus di mana masalah gigi dan mulut yang terlambat ditangani bisa berakibat fatal,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, infeksi pada gigi yang dibiarkan dapat menyebar dan memicu komplikasi serius pada tubuh.

Baca Juga: Seleksi Dirut Petrogas Karawang Diulang, Hanya 1 Peserta Lolos UKK

Selain itu, drg. Nikki juga meluruskan mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat, seperti anggapan bahwa cabut gigi dapat menyebabkan kebutaan.

Menurutnya, hal tersebut tidak benar karena saraf gigi dan saraf mata tidak saling terhubung.

“Yang perlu diperhatikan justru pada gigi bagian atas yang dekat dengan sinus. Itu sebabnya pemeriksaan rontgen penting sebelum tindakan,” jelasnya.

Baca Juga: Sah! Budi Rismayadi Dilantik Jadi Rektor UBP Karawang 2026–2030

Terkait tren estetika seperti veneer dan bleaching, ia mengingatkan agar prosedur dilakukan oleh tenaga profesional.

“Boleh dilakukan selama sesuai indikasi dan dikerjakan oleh dokter gigi. Kalau tidak, risikonya bisa lebih besar,” katanya.

Ia juga menyebut efek samping seperti gigi sensitif bisa terjadi, sehingga perlu penanganan lanjutan.

Baca Juga: Warga Plawad Karawang Minta Pembangunan Jembatan Permanen

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan rutin memeriksakan gigi minimal enam bulan sekali.

Menurutnya, konsultasi awal menjadi cara terbaik untuk mengurangi rasa takut sekaligus mendeteksi masalah sejak dini. ***