POJOKSATU.id, KARAWANG - Suasana di depan Gedung DPRD Kabupaten Karawang pada Rabu pagi (22/4) terasa tidak biasa. Meski matahari mulai meninggi, gelombang massa yang dikabarkan akan datang belum juga terlihat.
Namun, informasi mengenai rencana aksi damai yang digelar oleh DPD Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Karawang sudah cukup menciptakan atmosfer berbeda di kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan gerbang utama Gedung DPRD masih tertutup rapat. Pagar besi berdiri kokoh, menjadi pembatas antara area dalam gedung dengan aktivitas di luar yang mulai bergerak perlahan.
Di balik suasana yang masih relatif lengang, geliat ekonomi justru mulai terasa. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjejer di sepanjang trotoar tampak bersiap sejak pagi.
Baca Juga: Diduga Dipakai ABG untuk Nongkrong, Mobil Dinas Pemkab Karawang Terlantar di Kawasan Industri
Mereka membawa lebih banyak dagangan dari biasanya, berharap ribuan massa yang dijadwalkan hadir bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
“Kami sudah dengar akan ada aksi besar hari ini. Mudah-mudahan berjalan lancar dan damai, supaya dagangan kami juga laku,” ujar salah satu pedagang di lokasi.
Bagi para PKL, aksi ini bukan sekadar momentum politik. Lebih dari itu, keramaian yang tercipta menjadi peluang untuk mengais rezeki di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, aksi yang diinisiasi GMPI Karawang ini mengusung tajuk “Aksi Damai” dengan sejumlah tuntutan penting yang menyentuh kepentingan publik.
Baca Juga: Ikut Retreat di Magelang, Ketua DPRD Karawang Siap Jadi Garda Depan Dukung Program Prabowo
Beberapa poin utama yang akan disuarakan antara lain:
Mendorong kebijakan parkir gratis di RSUD Karawang sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Mendesak transparansi data Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD agar dapat diakses publik.
Menuntut Kejaksaan Negeri Karawang untuk mengusut dugaan praktik jual beli Pokir di lingkungan legislatif.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di depan Gedung DPRD masih terpantau lancar. Belum ada penutupan jalan secara total, meski sejumlah kendaraan operasional aparat sudah mulai bersiaga di beberapa titik.
Pengamanan pun terlihat ditingkatkan untuk mengantisipasi kedatangan massa dalam jumlah besar yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
Di sisi lain, masyarakat berharap aksi ini dapat berjalan tertib dan kondusif. Penyampaian aspirasi publik diharapkan tetap mengedepankan ketertiban umum, mengingat isu yang diangkat berkaitan dengan transparansi dan tata kelola pemerintahan daerah.
Jika aksi berlangsung damai, bukan hanya aspirasi yang tersampaikan, tetapi juga roda ekonomi kecil di sekitar lokasi bisa ikut berputar. ***




