POJOKSATU.id, KARAWANG — Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, memanfaatkan peran barunya di parlemen dengan turun langsung ke sekolah untuk menyampaikan edukasi penting kepada pelajar. Dalam kunjungannya ke SMK Plus Laborti Karawang, ia menyoroti ancaman serius yang mengintai generasi muda di era digital.

Di hadapan para siswa, Hj. Sri Rahayu menekankan bahwa perkembangan teknologi yang pesat harus diimbangi dengan kecerdasan dalam penggunaan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah maraknya judi online, yang kini kian mudah diakses melalui gawai pribadi.

Ia menjelaskan, kebiasaan bermain ponsel pasca-pandemi telah membuka celah bagi berbagai aktivitas digital berisiko. Judi online, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga membawa konsekuensi sosial yang jarang disadari.

Hj. Sri Rahayu mengungkapkan bahwa pemain judi online berpotensi tercatat dalam sistem sebagai individu yang tergolong mampu secara ekonomi. Akibatnya, mereka bisa kehilangan hak atas berbagai bentuk bantuan sosial yang seharusnya diterima masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Kunjungi SMK Plus Laborti, DPRD Jabar Dorong Siswa Karawang Siap Bersaing

“Ketika seseorang terlibat judi online, sistem membaca seolah-olah dia mampu. Dampaknya, bantuan sosial bisa otomatis terhenti,” ujar perempuan yang akrab disapa Mak Sri tersebut, Senin 15 Desember 2025.

Selain judi online, ia juga mengingatkan para siswa agar waspada terhadap konten digital yang tidak sehat, termasuk penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa pemahaman yang matang. Ia mencontohkan hasil riset di Amerika Serikat yang menunjukkan adanya kasus penggunaan AI yang berdampak buruk pada kondisi psikologis penggunanya.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, pengembangan keterampilan, dan peningkatan kualitas diri, bukan sebaliknya menjadi sumber masalah baru.

“Sebagai wakil rakyat, tugas kami adalah melakukan pengawasan, termasuk terhadap dampak dunia digital. Gunakan ponsel untuk hal-hal produktif, jangan sampai teknologi justru menjerat masa depan kalian,” kata Hj. Sri Rahayu.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa agar lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, sekaligus membentengi diri dari berbagai ancaman di ruang digital. ***