POJOKSATU.id, KARAWANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang memberi sinyal kuat untuk mengintegrasikan seni musik islami qasidah ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Langkah ini dinilai menjadi peluang besar bagi pelestarian budaya religi sekaligus membuka ruang pembinaan prestasi bagi generasi muda Karawang.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Disdikbud Kabupaten Karawang, Irlan Suarlan, S.STP., M.Si., saat membuka Pelatihan Manajemen Seniman dan Budayawan DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ) Kabupaten Karawang di Brits Hotel Karawang, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Irlan, selama ini banyak anak-anak mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP yang sudah mengenal seni qasidah. Namun mereka belum banyak mengetahui organisasi yang menjadi wadah pembinaan seni tersebut.
"Kami melihat anak-anak dari tingkat TK, SD hingga SMP mungkin sudah mengenal seni qasidah, tetapi belum akrab dengan wadah organisasinya seperti LASQI. Melalui momentum ini, kami ingin mendorong kolaborasi agar seni qasidah masuk ke dalam kurikulum ekstra kurikuler," ujar Irlan.
Baca Juga: LASQI Karawang Gelar Pelatihan Manajemen Seniman, Siapkan Kader Baru Seni Budaya
Ia menjelaskan peluang pengembangan qasidah di lingkungan pendidikan sangat besar. Kabupaten Karawang saat ini memiliki 853 Sekolah Dasar (SD) negeri dan 90 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berpotensi menjadi basis pembinaan seni qasidah bagi generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam seni qasidah tidak hanya menjadi aktivitas pengisi waktu luang. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana meraih prestasi yang berdampak langsung pada masa depan pendidikan peserta didik.
Hal itu berkaca pada prestasi DPD LASQI NJ Karawang yang berhasil meraih juara pertama tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut. Prestasi tersebut membuka peluang bagi para siswa untuk memanfaatkan jalur prestasi non-akademik saat melanjutkan pendidikan.
"Sertifikat prestasi tingkat nasional ini menjadi tiket emas. Ketika anak-anak kita ingin melanjutkan jenjang pendidikan dari SD ke SMP atau SMP ke SMA, mereka bisa memanfaatkan jalur prestasi non-akademik tanpa perlu melalui proses testing baku," jelasnya.
Selain membuka akses melalui jalur prestasi, Disdikbud Karawang juga terus mendorong dukungan pendidikan bagi kader LASQI yang berprestasi. Salah satunya melalui program beasiswa perlindungan sosial Karawang Cerdas yang memungkinkan siswa memperoleh bantuan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga: Israel Terus Perluas Agresi di Lebanon, Kini Coba Rebut Dataran Tinggi di Selatan Nabatieh
Irlan menyebut komitmen pemerintah daerah bersama DPRD Karawang dalam mendukung sektor pendidikan tetap berjalan. Bahkan peluang melanjutkan pendidikan ke Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) juga terbuka bagi kader LASQI yang memiliki prestasi.
"Tahun lalu, ruang bagi kader LASQI memang agak terlambat di fase akhir, namun kuotanya tetap dapat terealisasi. Kami pastikan komitmen Bupati dan Ketua DPRD dalam mendukung pembiayaan sektor pendidikan ini tidak perlu diragukan lagi," katanya.
Pelatihan manajemen yang dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Karawang yang diwakili Plt Kasi Bimas Islam Ustadz Hamid serta Guru Besar Prof Suhendi tersebut juga menjadi momentum penting dalam tata kelola kebudayaan di Karawang.
Tahun ini, urusan kebudayaan yang sebelumnya berada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan resmi bergabung menjadi bagian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Perubahan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya daerah.
Dalam kesempatan itu, Irlan juga mendorong LASQI Karawang untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan konvensional, tetapi juga harus memanfaatkan media sosial yang dekat dengan generasi muda.
"Pelatihan manajemen ini jangan berhenti hari ini saja, melainkan harus berkelanjutan menuju tata kelola yang mandiri. LASQI harus mulai merambah dunia digital; manfaatkan media sosial, buat konten kreatif di TikTok, Instagram, bahkan kalau perlu dirikan platform TV LASQI," ujarnya.
Ia meyakini semakin luas jangkauan media digital yang dimiliki LASQI, maka semakin besar pula peluang seni qasidah dikenal dan diminati generasi muda.
Disdikbud Karawang pun optimistis penguatan seni spiritual seperti qasidah dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlakul karimah, sekaligus memiliki daya saing sesuai visi pembangunan Kabupaten Karawang. ***




