POJOKSATU.id, KARAWANG - Pernyataan mengejutkan sekaligus penuh amarah dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, saat menghadiri kegiatan "Nganjang Warga" di Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Jumat (13/6/2025).

Di hadapan ratusan warga yang hadir, mantan Bupati Purwakarta tersebut menyampaikan unek-uneknya terkait maraknya praktik percaloan tenaga kerja di kawasan industri Karawang.

Dengan nada tinggi dan ekspresi serius, Kang Dedi melontarkan pernyataan yang langsung mengundang perhatian publik.

“Bagi calo tenaga kerja, mudah-mudahan ketabrak bus!” serunya dengan lantang.

Pernyataan itu langsung disambut gelak tawa, riuh tepuk tangan, dan teriakan dukungan dari warga. Meski terdengar ekstrem, doa tersebut merupakan bentuk keprihatinan mendalam Dedi Mulyadi terhadap nasib para pencari kerja yang kerap menjadi korban pungutan liar dan penipuan oleh calo-calo nakal.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyoroti praktik kotor yang selama bertahun-tahun menghantui dunia ketenagakerjaan di Karawang—sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Cekcok Berujung Nyawa Melayang, Pasutri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Karawang

Banyak warga, terutama anak muda, harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk mendapatkan janji palsu pekerjaan dari calo-calo yang berkeliaran di sekitar pabrik atau bahkan memiliki jaringan di dalam perusahaan.

"Sudah susah cari kerja, masih diperas juga oleh calo. Ini jelas menyengsarakan rakyat kecil. Negara harus hadir," tegas Dedi.

Menurut Dedi, fenomena percaloan bukan hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga merusak moralitas dan menciptakan ketimpangan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia mendesak aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan, untuk tidak tutup mata terhadap praktik ini.

Kemarahan Dedi Mulyadi dianggap mewakili jeritan hati masyarakat Karawang yang selama ini merasa tak berdaya menghadapi mafia kerja.

Baca Juga: Putih Sari Ajak Warga Karawang Timur Cek Data JKN

Banyak korban sudah melapor, namun belum ada penanganan yang dianggap signifikan. Dedi menekankan, pemberantasan calo tenaga kerja harus dilakukan secara sistematis dan menyeluruh.

“Kita tidak bisa biarkan ini jadi budaya. Kalau tidak segera dibasmi, rakyat terus jadi korban,” ujarnya.

Dedi juga mengingatkan perusahaan-perusahaan di kawasan industri Karawang agar memperbaiki sistem rekrutmen agar transparan dan adil. Ia menyarankan agar rekrutmen dilakukan melalui kanal resmi dan diawasi oleh lembaga yang kredibel, bukan melalui orang per orang yang berpotensi menyalahgunakan kewenangan.

Baca Juga: Kisah Mang Pei, ART yang Berkurban Sapi Bareng Ketua DPRD Karawang

Pernyataan "pedas" dari Kang Dedi viral di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang mendukung sikap tegas tersebut, menganggapnya sebagai bentuk keberanian membela rakyat kecil. Tak sedikit pula yang berharap ucapan itu jadi pemantik perubahan besar dalam sistem ketenagakerjaan, khususnya di Karawang.

“Kalau semua pemimpin berani seperti ini, pasti calo-calo itu mikir seribu kali sebelum nipu orang,” ujar Yani (29), warga Klari yang turut hadir dalam acara tersebut. ***