POJOKSATU.id, KARAWANG – Aksi tunggal seorang pengacara di Kabupaten Karawang mengundang perhatian publik. Hendra Supriatna, S.H., M.H., pendiri Law Office ARYA Mandalika, melakukan unjuk rasa seorang diri demi menyuarakan kekecewaannya terhadap PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Ia menilai perusahaan pelat merah tersebut telah gagal total dalam mendistribusikan gas secara adil, khususnya bagi masyarakat Karawang.

Di tengah ramainya pemberitaan soal dugaan korupsi dalam jual beli gas oleh PGN di tingkat pusat, Hendra menyuarakan keresahan dari sisi daerah. Ia menyebut bahwa selama ini kehadiran PGN di Karawang tidak memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Dari jutaan warga Karawang, hanya segelintir rumah tangga yang menikmati layanan gas PGN. “Hanya sekitar 13 ribu pelanggan di wilayah ini, itu pun terkonsentrasi di sekitar Klub Jambe. Lalu untuk siapa sebenarnya PGN hadir?” cetus Hendra.

Lebih dari sekadar distribusi yang tidak merata, Hendra menilai kondisi ini adalah bentuk kegagalan struktural. Menurutnya, jika BUMN tidak bisa menjangkau masyarakat bawah di daerah industri seperti Karawang, maka ada yang salah dalam sistem dan pengawasan internal perusahaan. Ia juga menyoroti absennya perbaikan infrastruktur dan potensi bahaya dari jaringan pipa gas yang tidak terurus.

Tak berhenti di sana, Hendra melayangkan kritik keras terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN Regional II. Ia menyebut CSR yang seharusnya ditujukan untuk masyarakat justru lebih banyak dinikmati oleh kroni-kroni di lingkaran elite PGN. “Transparansi nol. Jangan heran kalau masyarakat tidak merasakan manfaatnya,” ujarnya tegas.

Baca Juga: Isu Keretakan Hubungan Bupati dan Sekda Karawang Dibantah: Persahabatan Mereka Kokoh

Aksi Hendra dilakukan bersamaan dengan berita pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, yang diduga terkait skema jual beli gas bersama PT Inti Alas Elektrindo. Menurut Hendra, pembenahan harus dilakukan menyeluruh. “Jangan cuma fokus pada Jakarta. Karawang juga butuh keadilan. Kami yang di daerah juga korban sistem ini,” katanya.

Meski berdiri seorang diri di tengah panasnya cuaca Karawang, Hendra tetap lantang menyuarakan kritik, didampingi puluhan aparat kepolisian yang mengawal aksi damainya. Ia mengaku tak gentar karena baginya, keadilan harus disuarakan meski sendirian.

“Kalau semua diam, siapa yang akan bicara? Ini bukan sekadar soal gas, ini soal hak rakyat. Kalau PGN dibiarkan terus seperti ini, maka rakyat Karawang akan terus jadi korban dari sistem yang timpang,” tutupnya dengan penuh semangat. ***