POJOKSATU.id, KARAWANG - Beternak burung puyuh kini semakin diminati generasi muda. Bukan hanya sekadar hobi, usaha ini terbukti bisa menjadi ladang cuan harian dengan modal yang relatif terjangkau.

Salah satu pelaku usaha yang sukses mengembangkan bisnis ini adalah Atin Ahmad Gozali, warga Tanjung, Plawad, Karawang Timur. Ia memulai beternak puyuh dari rumah dengan modal awal sekitar Rp 5 juta, dan kini bisa menikmati hasil panen telur setiap hari.

Menurut Atin, rahasia utama keberhasilan ternaknya terletak pada pemilihan pakan. “Saya biasa pakai pur SP22. Dengan pakan itu, produktivitas telurnya stabil dan banyak,” ungkapnya saat ditemui, Minggu (21/9/2025).

Baca Juga: Warga Plawad Kompak Gelar Doa Bersama Peringati HUT Karawang ke-392

Dari ratusan ekor puyuh yang dipelihara, ia bisa memanen rata-rata 1,5 kilogram telur setiap hari. Hasil panen segar ini langsung dipasarkan ke konsumen dan pedagang sekitar.

Meski menguntungkan, usaha ternak puyuh tidak lepas dari tantangan. Atin menuturkan bahwa menjaga kesehatan burung menjadi hal yang paling penting. “Kebersihan kandang dan sirkulasi udara yang bagus itu wajib. Saya juga rutin kasih vitamin biar puyuh tetap sehat,” jelasnya.

Di sisi lain, pemasaran juga memerlukan perhatian serius. Menurutnya, kualitas telur harus dijaga sejak di kandang hingga ke tangan pembeli. “Saya selalu lakukan sortasi dan pengemasan yang rapi supaya telur tetap prima,” tambahnya.

Baca Juga: Forum Warga Plawad Kawal Pergantian Lurah Lewat Jalur Resmi

Untuk menekan biaya operasional, Atin berinovasi dengan mengatur efisiensi pakan dan memanfaatkan bahan lokal sebagai tambahan nutrisi. Dengan harga jual telur puyuh di pasaran sekitar Rp 35 ribu per kilogram, keuntungan yang diperoleh masih cukup menjanjikan.

Di balik rutinitasnya, Atin juga menemukan pengalaman unik. “Pernah ada puyuh yang bertelur dengan cangkang warna aneh, kayak biru muda atau hijau. Itu jarang banget terjadi,” ceritanya sambil tertawa.

Kisah ini menjadi bukti bahwa usaha puyuh petelur bisa dijalankan siapa saja, termasuk generasi milenial. Dengan ketekunan, perawatan yang benar, serta strategi pemasaran yang tepat, bisnis sederhana ini dapat berkembang menjadi sumber penghasilan yang stabil. ***