POJOKSATU.id, KARAWANG – Komandan Kodim 0604/Karawang, Letkol Infanteri Naryanto, menggerakkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Karawang. Instruksi ini dikeluarkan menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Naryanto, peran Babinsa bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam perlindungan masyarakat. Ia meminta seluruh personel di tingkat desa aktif berada di tengah warga, terutama di kawasan yang kerap terdampak luapan air dan genangan.
Langkah antisipatif ini bertujuan agar setiap perubahan kondisi di lapangan bisa ditangani cepat. Babinsa diwajibkan memantau sungai, saluran irigasi, serta drainase pemukiman yang berpotensi meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Saya minta Babinsa siaga penuh. Jangan lengah. Pantau terus debit air di sungai maupun saluran air di wilayah binaan masing-masing,” kata Letkol Inf Naryanto saat memberikan arahan, Jumat (23/01).
Selain pengawasan, Babinsa juga diarahkan untuk memberikan edukasi kepada warga terkait kesiapan menghadapi bencana. Mulai dari pengamanan barang penting, mengenali jalur evakuasi, hingga langkah penyelamatan mandiri apabila situasi darurat terjadi secara tiba-tiba.
Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Geram ke BBWS: Kali Cilamaran Setahun Tak Dikeruk, Dua Kelurahan Banjir
Naryanto menilai kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda. Dengan keterlibatan aktif warga, penanganan banjir dapat dilakukan lebih terstruktur dan tidak menimbulkan kepanikan massal.
Kodim 0604/Karawang juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BPBD, Polri, pemerintah daerah, serta relawan kebencanaan. Sinergi ini difokuskan pada pemetaan wilayah rawan, kesiapan lokasi pengungsian, hingga distribusi bantuan logistik jika kondisi memburuk.
Beberapa titik yang mendapat perhatian khusus berada di kawasan bantaran Sungai Citarum, Cibeet, serta permukiman rendah yang kerap tergenang saat hujan deras mengguyur Karawang.
Untuk memastikan kendali situasi tetap terjaga, Babinsa diwajibkan mengirim laporan berkala dari lapangan. Informasi real-time tersebut menjadi dasar komando dalam menentukan langkah cepat dan strategis.
“Jangan menunggu keadaan darurat. Lakukan pencegahan sejak dini, bantu warga mengamankan barang, dan pastikan akses evakuasi bisa digunakan kapan saja,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Letkol Inf Naryanto juga mengingatkan seluruh personel agar tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi kesehatan selama bertugas, mengingat medan lapangan dan cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan risiko tambahan bagi petugas. ***




