POJOKSATU.id, KARAWANG – Isu dugaan penyimpangan Dana Desa kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Kali ini, Pemerintah Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya, menjadi sorotan menyusul dugaan bermasalahnya pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah kegiatan yang dialokasikan dari Dana Desa 2024 diduga tidak berjalan sebagaimana tertuang dalam perencanaan. Bahkan, hingga mendekati akhir tahun anggaran, beberapa program disebut belum juga direalisasikan.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti adanya dugaan kegiatan fiktif serta indikasi penggelembungan anggaran pada beberapa pos belanja desa. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga terkait transparansi penggunaan dana negara di tingkat desa.
Baca Juga: Ormas GSI Siap Demo Akbar Tolak Holywings di Karawang
Situasi ini memicu desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan. Warga menilai perlu ada pemeriksaan menyeluruh guna memastikan Dana Desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Ketika desa-desa lain sedang berbenah soal keterbukaan anggaran, di Srijaya justru muncul dugaan penyimpangan Dana Desa. Kami berhak tahu ke mana uang negara itu dialokasikan,” ujar seorang warga Srijaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (25/12/2025).
Warga berharap Kejaksaan maupun aparat penegak hukum lainnya dapat segera melakukan audit dan penyelidikan secara transparan. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk mencegah dugaan penyalahgunaan anggaran terus berulang.
“Kami minta APH segera memeriksa penggunaan Dana Desa Srijaya. Jangan sampai anggaran rakyat disalahgunakan tanpa ada tindakan hukum,” kata warga lainnya.
Masyarakat juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan adil agar memberikan efek jera bagi oknum kepala desa yang diduga menyalahgunakan kewenangan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Srijaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi ke kantor desa belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan disebut sedang tidak berada di tempat. ***




