POJOKSATU.id, KARAWANG – Luapan Sungai Citarum kembali menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Karawang. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir, ditambah buruknya sistem drainase di lingkungan warga.

Hasil pemantauan lapangan pada Minggu pagi (18/1/2026) menunjukkan genangan air di sejumlah titik mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter. Air merendam rumah warga di wilayah teritorial Koramil 0401/Kota Karawang, baik di kawasan barat maupun timur.

Komandan Koramil 0401/Kota Karawang, Kapten Inf Adnan, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat debit Sungai Citarum meningkat drastis hingga melampaui kapasitas normal aliran sungai.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Citarum naik dan meluap ke permukiman warga,” kata Kapten Inf Adnan saat dikonfirmasi, Minggu.

Baca Juga: Polres Karawang Siaga Evakuasi Warga Terdampak Banjir Karangligar

Selain faktor alam, ia juga menyoroti kondisi saluran air di lingkungan permukiman yang tidak berfungsi optimal. Banyak drainase tersumbat sampah rumah tangga dan material organik, sehingga aliran air terhambat dan memperparah genangan.

Menurut data sementara, Kecamatan Karawang Barat menjadi wilayah dengan dampak terparah. Di Kelurahan Tanjungmekar, tepatnya di Dusun Benteng, sedikitnya 32 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.

Banjir juga meluas ke Kelurahan Karawang Kulon. Di wilayah ini, genangan air setinggi 50 sentimeter berdampak pada sekitar 250 jiwa, termasuk 40 balita yang memerlukan perhatian dan pengawasan ekstra dari petugas serta keluarga.

Baca Juga: Pengemudi Suzuki Pick Up Tewas Terperosok di Saluran Irigasi Karawang

Sementara itu, genangan serupa terjadi di Kelurahan Adiarsa Barat dan Nagasari. Air menggenangi kawasan Dusun Babakan Bandung dan Bantar Kaum, menghambat aktivitas harian warga meskipun ketinggian air relatif merata di kisaran 50 sentimeter.

Luapan Sungai Citarum juga merembet ke Kecamatan Karawang Timur. Di Kelurahan Adiarsa Timur, khususnya Lingkungan Gorowong, tercatat sebanyak 11 rumah terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.

Kapten Inf Adnan memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Aparat TNI bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan siaga di lokasi terdampak.

“Prioritas kami adalah keselamatan warga, terutama balita dan lansia. Sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah, sementara lainnya mengungsi ke rumah keluarga terdekat,” pungkasnya. ***