POJOKSATU.id, KARAWANG - Insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Telagasari, Karawang, menyisakan cerita mencekam dari para korban.

Salah satu warga, Rina Kartika, tak menyangka makanan yang tampak layak konsumsi justru berujung pada kondisi darurat bagi dirinya dan sang anak.

“Saya makan sekitar jam satu siang, tidak ada bau basi sama sekali,” ujar Rina, Jumat (17/4/2026).

Namun, situasi berubah drastis beberapa jam kemudian.

Menurutnya, gejala mulai terasa setelah waktu Isya. Anak semata wayangnya, Zean (4), mulai mengeluh sakit sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Karawang, Pakar: Penyedia Makanan Bisa Dipidana

“Awalnya anak saya rewel, lalu muntah. Saya juga ikut merasa mual. Puncaknya sekitar jam dua pagi, kami diare dan muntah terus-menerus,” ungkapnya.

Malam itu berubah menjadi kepanikan. Rina harus berjibaku menenangkan anaknya yang terus muntah, sambil menahan kondisi tubuhnya sendiri yang ikut melemah.

Zean akhirnya harus mendapatkan perawatan medis di klinik karena kondisinya yang terus menurun.

Tak hanya Rina dan anaknya, puluhan warga lain di Dusun Krajan, Desa Telagasari, mengalami kejadian serupa.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 46 Warga Karawang Alami Mual dan Diare

Data sementara mencatat sebanyak 46 warga terdampak, mayoritas merupakan balita dan ibu menyusui.

Gejala yang dialami pun hampir identik: sakit perut hebat, mual, muntah, hingga diare.

Korban lain, Giri Maulana, bahkan harus menjalani perawatan di rumah dengan bantuan infus akibat kondisi tubuhnya yang lemas.

Selain itu, dua warga lainnya dilaporkan masih mendapatkan penanganan di Klinik dr. Ida.

Rina menjelaskan, makanan tersebut dibagikan oleh kader posyandu pada siang hari, setelah waktu Dzuhur. Paket makanan berisi nasi, telur orak-arik, tumis sayur, dan orek tempe.

Meski terlihat normal saat diterima, ia menduga ada faktor lain yang memicu kejadian ini.

“Memang tidak langsung dimakan. Tapi kami tidak tahu kalau ternyata bisa berdampak seperti ini,” katanya.

Baca Juga: TNI Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Jagung di Karawang, Hasil Panen Dibagikan Gratis ke Warga

Hal ini memunculkan dugaan bahwa waktu distribusi dan jeda konsumsi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas makanan.

Sejumlah warga juga mengaku mengalami gejala dalam waktu yang hampir bersamaan, menguatkan dugaan adanya masalah pada makanan yang dibagikan.

Menanggapi insiden tersebut, tim dari Dinas Kesehatan bersama pihak penyelenggara SPPG langsung turun ke lapangan.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban serta mengumpulkan sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi terkait sumber kontaminasi.

Baca Juga: PSM Karawang Minta Parkir Gratis di RSUD, Dinilai Penting untuk Dukung Tugas Sosial

Meski kondisi para korban mulai membaik, kekhawatiran masih dirasakan oleh warga, terutama terkait biaya pengobatan yang harus ditanggung.

“Harapannya ada tanggung jawab, karena ini program untuk masyarakat,” ujar salah satu keluarga korban. ***