POJOKSATU.id, KARAWANG – Pelayanan di Puskesmas Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah warga mengeluhkan buruknya layanan medis, bahkan ada yang menyebut pengalaman pahit mereka sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan mengaku kecewa atas penanganan medis yang diterima anaknya. “Anak saya bekas jahitan sampai infeksi bernanah, tapi di Puskesmas cuma ditetesin betadine doang. Giliran diviralkan, malah kami yang disuruh minta maaf. Kocak banget pelayanannya, baik di Puskesmas Loji (Tegalwaru), PONED, maupun UGD-nya,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).

Ia juga menyebut, kasus serupa sudah dialami anaknya sejak kecil. “Dari dulu, waktu anak saya umur 7 tahun, sampai sekarang udah SMA, pelayanannya ya tetap kayak gitu, nggak berubah,” lanjutnya.

Baca Juga: Korsel Bangun Pabrik Kimia Berteknologi Tinggi di Karawang, Diresmikan Rosan Roeslani

Kekecewaan warga makin memuncak setelah beredar video viral di media sosial. Akun TikTok @infokarawang.id mengunggah momen saat mobil ambulance Puskesmas Kecamatan Tegalwaru disebut menolak mengangkut pasien kritis dengan alasan harus ada uang sebesar Rp300 ribu. Akibatnya, pasien yang sedang dalam kondisi darurat harus dibawa menggunakan ambulance dari Puskesmas Pangkalan.

Insiden ini sontak menuai kecaman luas dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan komitmen pelayanan kesehatan publik, terutama di wilayah-wilayah terpencil seperti Tegalwaru.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Kecamatan Tegalwaru maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya kejadian tersebut. ***