KARAWANG, POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka akses lowongan kerja bagi masyarakat melalui Bursa Kerja Online yang digelar di Graha KIIC, Kabupaten Karawang, Jumat (9/10/2026).
Sebanyak 1.112 kebutuhan tenaga kerja tersedia dalam program yang melibatkan 28 perusahaan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM meninjau langsung pelaksanaan bursa kerja itu.
Dia mengimbau masyarakat, terutama pencari kerja di Karawang dan daerah sekitarnya, agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftar melalui aplikasi Nyari Gawe.
KDM meminta pelamar memilih posisi yang sesuai dengan kualifikasi dan persyaratan yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
“Untuk warga Karawang dan sekitarnya, silakan memanfaatkan bursa kerja ini dengan melamar melalui aplikasi Nyari Gawe. Pilih sesuai kualifikasi dan lowongan yang ditawarkan,” kata KDM.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat 57 lowongan aktif dari 28 perusahaan dengan total kebutuhan 1.112 tenaga kerja.
Posisi yang ditawarkan beragam, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan sesuai kemampuan dan latar belakang pendidikan.
Sejumlah lowongan mensyaratkan pelamar minimal lulusan SMA atau SMK dengan usia mulai 18 tahun. Proses pengajuan lamaran diarahkan melalui aplikasi Nyari Gawe.
Menurut KDM, pemanfaatan platform digital tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja. Sistem serupa juga berpotensi diterapkan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Selain memperluas akses rekrutmen, KDM menyoroti pentingnya pemberantasan praktik percaloan tenaga kerja.
Dia meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah pihak-pihak yang memanfaatkan kebutuhan pencari kerja demi keuntungan pribadi.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan iklim investasi tetap kondusif. Keamanan dan kenyamanan investor dinilai penting agar kegiatan usaha dapat berkembang dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si., mengatakan aplikasi Nyari Gawe menjadi salah satu instrumen untuk menekan praktik percaloan dalam proses perekrutan tenaga kerja.
Dia menegaskan, pencari kerja semestinya tidak dibebani pungutan oleh pihak yang menjanjikan kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan.
“Orang yang mau mencari kerja kok mengeluarkan uang? Dengan adanya aplikasi Nyari Gawe, salah satunya untuk menghindari praktik percaloan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemprov Jawa Barat berharap proses pencarian kerja menjadi lebih mudah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Masyarakat diimbau memanfaatkan kanal resmi yang tersedia serta mencermati persyaratan setiap posisi sebelum mengajukan lamaran.
Dengan tersedianya 1.112 kebutuhan tenaga kerja, Bursa Kerja Online ini diharapkan dapat mempertemukan perusahaan yang membutuhkan pekerja dengan masyarakat yang tengah mencari pekerjaan, sekaligus memperluas kesempatan kerja di wilayah Karawang dan sekitarnya. ***




