POJOKSATU.id, KARAWANG - Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan, gerakan kebersihan akan diterapkan secara menyeluruh, mulai dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga satuan pendidikan tingkat SD dan SMP.

Menurut Aep, kebersihan bukan sekadar program seremonial, melainkan kebiasaan yang harus dibangun secara konsisten. Karena itu, ia menginstruksikan agar setiap hari Rabu dan Jumat seluruh instansi pemerintah serta sekolah meluangkan waktu khusus untuk membersihkan lingkungan masing-masing.

“Minimal lima sampai sepuluh menit sebelum aktivitas dimulai, semua harus bersih-bersih di area masing-masing. Ini berlaku untuk dinas, kecamatan, dan sekolah,” ujar Aep saat diwawancarai, Selasa 3 Februari 2025.

Bupati menekankan, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara rutin.

Baca Juga: Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 13 Pejabat

Tidak hanya melibatkan aparatur sipil negara dan pelajar, Aep juga menyebutkan bahwa program kebersihan ini akan melibatkan unsur TNI dan Polri. Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dinilai penting untuk mendukung pengawasan dan kedisiplinan di lapangan.

“Kita ingin setiap kantor pemerintah, pasar, dan fasilitas umum lainnya benar-benar bersih. Kantor Pemda harus jadi contoh. Tidak boleh ada sampah berserakan,” tegasnya.

Aep juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan di wilayah perkotaan Karawang. Ia mengungkapkan, Pemkab Karawang tengah menyiapkan langkah lanjutan terkait optimalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan sistem pengolahan sampah terpadu.

Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pengembangan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi. Sampah yang dikelola dengan baik diharapkan dapat diolah menjadi sumber pendapatan daerah.

“Nantinya pengelolaan sampah ini bukan hanya selesai di TPS, tapi bisa diolah. Dari situ ada potensi pendapatan daerah, termasuk melalui pengembangan SDM dan teknologi pengolahan,” jelasnya.

Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek

Terkait sarana pendukung, Aep memastikan bahwa pemerintah daerah juga memperhatikan kebutuhan armada pengangkut sampah. Ia mengaku telah menginstruksikan pengadaan dan penataan kendaraan operasional agar proses pengangkutan lebih efektif dan tidak menimbulkan penumpukan.

“Masalah armada juga sudah saya perintahkan untuk ditata. Supaya tidak ada lagi sampah yang menumpuk hanya karena kendala pengangkutan,” katanya.

Lebih jauh, Aep menyebutkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Pemkab Karawang menargetkan peningkatan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi, termasuk pembangunan fasilitas pendukung di wilayah perkotaan.

Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, dan masyarakat, Karawang dapat menjadi daerah yang bersih, tertib, dan nyaman.

“Kebersihan ini tanggung jawab bersama. Kalau lingkungannya bersih, masyarakat juga sehat dan aktivitas ekonomi berjalan lebih baik,” pungkas Aep. ***