POJOKSATU.id- Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang meninjau langsung lokasi bencana banjir di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Sabtu (31/01/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak banjir, sekaligus mengevaluasi langkah-langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB, dengan titik utama di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan. Rombongan Forkopimda menyusuri kawasan permukiman warga yang masih tergenang air serta berdialog langsung dengan masyarakat terdampak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, S.Kom., M.Han., Sekretaris Daerah Karawang H. Asep Aang Rahmatulloh, S.STP., M.P., Kalak BPBD Karawang Usep Supriatna, A.P., M.Si., Kapolsek Cilamaya, Danramil Cilamaya, Camat Cilamaya Wetan, unsur Muspika, para kepala desa, personel Polres Karawang, serta tim BPBD Kabupaten Karawang.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, banjir diketahui merendam dua desa, yakni Desa Muara dan Desa Muarabaru. Di Desa Muara, tercatat sebanyak 199 rumah terdampak dengan total 711 jiwa dari 254 kepala keluarga. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 42 balita, 9 bayi, dan 41 lansia, dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter.

Baca Juga: Hari Kedua, Korban Tenggelam di Ciampel Karawang Belum Ditemukan

Sementara itu, di Desa Muarabaru, dampak banjir lebih luas dengan 433 rumah terendam dan 1.396 jiwa dari 421 kepala keluarga terdampak. Di wilayah ini, banjir turut berdampak pada 79 balita, 13 bayi, dan 98 lansia, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan pengecekan bantuan logistik di kantor BPBD Kabupaten Karawang. Selanjutnya, rombongan meninjau langsung kondisi warga terdampak di Desa Muarabaru serta melihat lokasi tanggul jebol di Dusun Tanjung Jaya, Desa Muara, yang menjadi salah satu penyebab meluasnya genangan air.

Peninjauan diakhiri dengan kegiatan koordinasi bersama seluruh unsur terkait di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan untuk membahas langkah lanjutan penanganan banjir, termasuk penyaluran bantuan, pengamanan wilayah, serta rencana perbaikan infrastruktur terdampak.

Melalui Kasi Humas Polres Karawang IPDA Cep Wildan, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah menyampaikan bahwa Polres Karawang bersama Forkopimda akan terus bersinergi dalam penanganan bencana banjir.

“Polres Karawang bersama Forkopimda berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan keamanan lokasi terdampak, membantu distribusi bantuan, serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya.

Di sela peninjauan, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan terkoordinasi.

Baca Juga: Tergiur Arisan Online, Belasan Member di Karawang Rugi hingga Rp500 Juta

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan dan penanganan yang dibutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Bupati Aep di lokasi peninjauan.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Karawang telah mengerahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak bersama, mulai dari penanganan darurat hingga rencana perbaikan infrastruktur pascabanjir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, TNI-Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa. Bantuan logistik terus disalurkan, dan titik-titik rawan seperti tanggul jebol akan segera ditangani,” katanya.

Bupati Aep juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Saya minta warga tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan. Pemerintah daerah bersama aparat akan terus siaga di lapangan,” tegasnya. ***