POJOKSATU.id, KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan bisnis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi anak-anak.
Penegasan itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada 1.006 peserta yang terdiri dari Kasatpel, yayasan, dan mitra MBG wilayah Karawang dan Purwakarta di Mercure Karawang, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, program MBG merupakan mandat langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang harus dijalankan dengan prosedur ketat di tingkat daerah.
Baca Juga: Bupati Karawang Ngantor Pakai Mobil Listrik, Sekda Naik Motor: Efisiensi Anggaran Tembus Rp1 Miliar
“Kalau ada dapur yang tidak sesuai prosedur BGN, saya akan laporkan langsung. Ini bukan sekadar membuat anak kenyang, tapi memastikan gizinya terpenuhi,” tegasnya.
Sebagai langkah pengawasan, Pemkab Karawang akan meluncurkan portal khusus yang mewajibkan seluruh mitra mengunggah laporan MBG setiap hari. Laporan tersebut akan dipantau langsung oleh kepala dinas terkait.
Tak hanya itu, Bupati juga berencana menggelar evaluasi rutin dengan mengumpulkan yayasan dan mitra setiap satu hingga dua bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga secara konsisten.
Baca Juga: Bupati Karawang Pastikan PPPK Aman, Tidak Ada Pengurangan
Meski pengawasan diperketat, Aep memastikan pemerintah daerah tetap memberikan kemudahan bagi para mitra dan yayasan dalam menjalankan program tersebut.
“Program ini bukan sekadar bisnis, tapi bentuk kehadiran negara untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi,” pungkasnya.
Saat ini, di Karawang tercatat sebanyak 214 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 84 di antaranya telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). ***




