POJOKSATU.id, KARAWANG – Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyoroti kasus tawuran pelajar yang terjadi di Kecamatan Klari dan menyebabkan seorang pelajar mengalami luka berat hingga pergelangan tangan kanannya putus.
Korban berinisial MR (18), warga Kecamatan Klari. Insiden itu terjadi di Jalan Raya Pancawati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Senin (20/7/2026) malam.
Usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), Aep mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kapolres Karawang terkait penanganan kasus tersebut.
Menurutnya, jajaran Polres Karawang bergerak cepat melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
"Kemarin saya sudah berbicara dengan Kapolres. Alhamdulillah langsung sigap menangani kasus tawuran ini," kata Aep.
Meski begitu, Aep mengatakan polisi masih mendalami kronologi kejadian, termasuk asal kelompok yang terlibat dan dugaan penggunaan senjata tajam dalam aksi tersebut.
Baca Juga: Buya Anwar Abbas: Seni Sangat Dihormati dalam Islam, Bisa Jadi Jalan Dakwah dan Peradaban
Ia mengaku mendapat informasi sementara bahwa kelompok yang datang ke lokasi diduga membawa senjata tajam sebelum bentrokan terjadi.
"Informasi sementara yang saya terima, mereka datang ke Pancawati dengan membawa senjata tajam. Akhirnya terjadi bentrokan hingga korban mengalami putus tangan," ujarnya.
Bupati juga telah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat karena para pelajar yang terlibat berasal dari jenjang SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Menurut Aep, kasus tersebut tidak bisa dianggap sebagai tawuran pelajar biasa. Ia menilai ada indikasi perjanjian pertemuan antarkelompok hingga dugaan dendam yang perlu didalami aparat penegak hukum.
"Kalau saya melihat, ini bukan sekadar tawuran biasa. Ada indikasi dendam dan ada janji bertemu antarkelompok. Ini yang harus didalami agar akar persoalannya bisa terungkap," tegasnya.
Sementara itu, Polres Karawang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui datang ke lokasi bersama beberapa rekannya dan diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain.
Saat bentrokan terjadi, korban mengalami luka berat pada pergelangan tangan kanan akibat sabetan senjata tajam.
Korban kemudian dibawa rekan-rekannya ke Rumah Sakit Fikri untuk mendapatkan penanganan medis. Warga yang berada di sekitar lokasi juga menemukan potongan pergelangan tangan korban di badan jalan sebelum diserahkan ke pihak rumah sakit.
Petugas Polsek Klari bersama Satreskrim Polres Karawang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi.
Hingga kini polisi masih memburu pelaku yang diduga berasal dari kelompok lawan serta mendalami motif dan kronologi bentrokan tersebut.
Polres Karawang juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat berujung pada tindak pidana maupun menimbulkan korban jiwa.
Kasus tawuran pelajar di Klari tersebut saat ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Karawang bersama Polsek Klari.




