POJOKSATU.id, KARAWANG - Suasana acara groundbreaking Jembatan Perintis Garuda di Desa Kalijati, Kabupaten Karawang, Kamis (2/4/2026), mendadak berubah haru ketika Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, melakukan aksi spontan yang menyentuh hati warga.

Di tengah pidato resminya, Bupati Aep tiba-tiba menghentikan pembicaraan dan memanggil dua warga lanjut usia untuk naik ke atas panggung. Mereka adalah Mak Juriah dan Abah Medi, dua lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Momen tersebut bermula saat Bupati menerima informasi mengenai kondisi rumah keduanya yang sudah tidak layak huni, bahkan nyaris roboh. Tanpa ragu, ia langsung mengajak keduanya berdialog di hadapan publik.

Baca Juga: Dukung Program Presiden, Pemkab Karawang dan TNI Bangun Jembatan Garuda untuk Konektivitas Desa

Suasana yang semula formal berubah menjadi penuh kehangatan. Dengan nada lembut, Bupati Aep menanyakan langsung keinginan kedua lansia tersebut terkait kondisi tempat tinggal mereka.

“Rumah saya sudah hampir roboh, Pak. Saya ingin sekali diperbaiki,” ujar Mak Juriah dengan suara lirih, mengundang simpati warga yang hadir.

Menanggapi hal itu, Bupati Aep langsung menawarkan bantuan melalui program Rumah Layak Huni (Rulahu).

“Mau enggak kalau Pemda bangun rumahnya lewat program Rulahu? Ukurannya nanti 5 x 6 meter,” tanya Bupati.

Baca Juga: Hemat BBM, Pemkab Karawang Terapkan WFH Tiap Jumat, Jam Layanan Puskesmas Diperpanjang

Pertanyaan tersebut langsung disambut dengan anggukan penuh harap. Mak Juriah yang kini hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya, tampak tak kuasa menahan rasa haru. Hal serupa juga dirasakan Abah Medi, yang diketahui tinggal seorang diri di rumah sederhana dekat majelis taklim.

Meski menunjukkan empati tinggi, Bupati Aep tetap menekankan pentingnya prosedur administratif dalam penyaluran bantuan pemerintah. Ia menjelaskan bahwa status kepemilikan lahan menjadi syarat utama dalam realisasi program tersebut.

“Bismillah, kita bantu. Tapi harus dipastikan dulu status tanahnya. Kalau milik pribadi, bisa langsung kita bangun. Tapi kalau lahan milik PJT, tentu ada proses yang harus dilalui,” jelasnya.

Baca Juga: Lurah Karawang Wetan Dukung Normalisasi Irigasi Johar, Larang Bangunan Liar Muncul Lagi

Tak hanya itu, Bupati juga memberikan gambaran teknis pembangunan Rulahu. Ia menegaskan bahwa rumah tidak sekadar diperbaiki sebagian, melainkan akan dibangun ulang secara menyeluruh agar benar-benar aman dan layak ditempati.

Aksi spontan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.

Baca Juga: Lurah Karawang Wetan Dukung Normalisasi Irigasi Johar, Larang Bangunan Liar Muncul Lagi

Kegiatan yang turut dihadiri jajaran Kodim 0604/Karawang itu pun menjadi saksi bahwa kepedulian sosial tetap menjadi prioritas di tengah pembangunan daerah.

“Bismillah, kita mulai dari hal kecil seperti ini agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Bupati Aep sebelum melanjutkan prosesi peletakan batu pertama jembatan.

Kini, harapan baru pun tumbuh di hati Mak Juriah dan Abah Medi. Impian untuk memiliki rumah yang kokoh dan aman, tanpa rasa khawatir akan roboh, perlahan mulai mendekati kenyataan. ***