POJOKSATU.id, KARAWANG - Suasana haru menyelimuti prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di Desa Kalijati, Kabupaten Karawang, Kamis (2/4/2026). Di balik agenda pembangunan infrastruktur tersebut, tersimpan kisah ketulusan seorang warga yang menginspirasi banyak pihak.
Adalah Hajah Dedeh, sosok perempuan sederhana yang namanya berulang kali disebut dalam sambutan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Bukan tanpa alasan, kontribusi yang diberikan Hajah Dedeh dinilai menjadi kunci utama percepatan pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Di tengah rintik hujan yang mengguyur lokasi acara, Bupati Aep bahkan menghentikan sejenak rangkaian sambutannya untuk mengajak seluruh hadirin memberikan apresiasi kepada Hajah Dedeh. Ia menegaskan bahwa sebelum berbicara tentang manfaat jembatan, sudah sepatutnya masyarakat menghormati sosok yang telah berkorban demi kepentingan bersama.
Baca Juga: Bupati Karawang Ajak 2 Lansia Naik ke Panggung, Langsung Ditawarkan Program Rulahu
“Bapak-bapak dan ibu-ibu, sebelum kita bergembira karena hadirnya jembatan ini, mari kita sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Hajah Dedeh. Beliaulah yang dengan tulus mewakafkan tanahnya untuk akses masyarakat,” ujar Bupati Aep di hadapan warga yang hadir.
Menurutnya, langkah yang diambil Hajah Dedeh bukan sekadar memberikan sebagian lahan, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat sekitar. Ia mengajak warga untuk melihat nilai manfaat jangka panjang dari tindakan tersebut.
Bupati Aep menekankan bahwa ukuran sebuah pengorbanan tidak selalu dilihat dari luas atau nilai materi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dihasilkan bagi banyak orang. Dalam konteks ini, tanah yang diwakafkan Hajah Dedeh akan menjadi jalur vital yang menghubungkan dua wilayah penting di Karawang.
Baca Juga: Hemat BBM, Pemkab Karawang Terapkan WFH Tiap Jumat, Jam Layanan Puskesmas Diperpanjang
“Bisa jadi bagi sebagian orang, luas tanah itu tidak terlalu besar. Namun bagi ribuan masyarakat yang nantinya akan melintas setiap hari, ini adalah anugerah yang luar biasa. Apa yang dilakukan beliau adalah investasi akhirat yang manfaatnya akan terus mengalir,” tuturnya.
Jembatan Perintis Garuda yang sedang dibangun ini menghubungkan Desa Kalijati di Kecamatan Jatisari dengan Desa Kamurang di Kecamatan Tirtamulya. Selama ini, warga di dua wilayah tersebut hanya mengandalkan jembatan darurat dengan lebar sekitar 1,5 meter dan panjang mencapai 90 meter.
Kondisi jembatan yang sempit dan terbatas tersebut seringkali menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama dalam mobilitas hasil pertanian dan kebutuhan ekonomi sehari-hari. Tidak jarang, warga harus antre atau bahkan bergantian saat melintas, terutama ketika membawa barang dalam jumlah besar.
Baca Juga: LippoLand Hadirkan The Hive @ K Town Boulevard, Ruko Modern di Jantung Lippo Karawang
Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Namun, keterbatasan lahan sempat menjadi kendala dalam proses pembangunan jembatan permanen yang lebih layak. Hingga akhirnya, langkah besar datang dari Hajah Dedeh yang dengan sukarela menghibahkan sebagian tanahnya.
Dengan adanya wakaf tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kodim 0604/Karawang kini memiliki ruang yang cukup untuk merealisasikan pembangunan jembatan yang lebih kokoh dan representatif.
Bupati Aep menyebut bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan Hajah Dedeh dapat menjadi contoh bagi warga lainnya.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat. Apa yang dilakukan Bu Haji akan menjadi cerita yang terus dikenang oleh warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan harapan agar kebaikan yang telah dilakukan Hajah Dedeh mendapatkan balasan berlipat ganda. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Baca Juga: PJT II Kebut Normalisasi Irigasi Johar Karawang
“Semoga ini menjadi keberkahan luar biasa bagi beliau. Apa yang telah dilakukan akan menjadi amal yang tidak terputus dan dikenang sepanjang masa,” tambahnya.
Kehadiran jembatan baru ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses yang lebih mudah akan membuka peluang distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga mobilitas warga yang lebih efisien.
Selain itu, infrastruktur yang memadai juga diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Baca Juga: Bupati Karawang Ngantor Pakai Mobil Listrik, Sekda Naik Motor: Efisiensi Anggaran Tembus Rp1 Miliar
Kisah Hajah Dedeh pun menjadi bukti bahwa kontribusi besar tidak selalu datang dari kebijakan atau proyek besar semata, tetapi juga dari ketulusan individu yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, nilai-nilai seperti keikhlasan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting yang harus terus dijaga. Apa yang dilakukan Hajah Dedeh menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana.
Masyarakat yang hadir dalam acara tersebut tampak terharu dan memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghargaan. Banyak yang mengaku terinspirasi oleh sikap dermawan Hajah Dedeh.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV ini, harapan baru pun muncul bagi warga di perbatasan Jatisari dan Tirtamulya. Mereka kini menantikan hadirnya akses yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Kisah ini tidak hanya tentang pembangunan fisik sebuah jembatan, tetapi juga tentang jembatan kemanusiaan yang dibangun melalui ketulusan dan kepedulian. ***




