POJOKSATU.id, KARAWANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang memberikan iimbauan kepada seluruh masyarakat untuk siap siaga menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang, Mahpudin, menyatakan bahwa cuaca ekstrim diprediksi terjadi pada bulan November 2023 akibat perubahan dari musim kemarau ke musim penghujan.
BPBD Karawang telah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh BPBD se-provinsi Jawa Barat untuk memastikan kesiapansiaagaan.
Baca Juga: Rumah Makan Saung Kabogoh di Karawang Kebakaran, Dugaan Konsleting Listrik
Mahpudin menekankan bahwa pihaknya akan mengundang seluruh camat dan dinas terkait dalam upaya mengantisipasi potensi bencana.
Potensi banjir dan longsor, menurut Mahpudin, terfokus di Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru, meskipun potensinya terkategori rendah.
Tiga kecamatan tersebut dianggap rawan karena berada di dataran tinggi. Meskipun risiko rendah, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan melakukan upaya mitigasi, seperti membersihkan saluran air, normalisasi sungai, dan penanaman pohon.
Baca Juga: Sungai Citarum di Karawang Berwarna Hitam dan Bau
BPBD Karawang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan pergerakan tanah.
Iimbauan juga disampaikan agar warga bersama-sama membersihkan sungai dan selokan di sekitar lingkungan mereka.
Baca Juga: Mayat di Perkebunan Ternyata Pegawai RSUD Karawang, Begini Penjelasan Polisi
Apabila melihat potensi bencana, masyarakat diminta segera menghubungi petugas.
Terakhir, Mahpudin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan internet dengan seksama guna memantau peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui website yang tersedia di infografis. ***




