POJOKSATU.id, MAGELANG - Presidium Borobudur Los (Lawan Oligarki Sistematis) diwakili oleh Ferry Dharmawan secara tegas menolak rencana penggusuran para pedagang kios di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ferry menyatakan bahwa pihaknya bersama beberapa tokoh pergerakan sedang menggalang konsolidasi dan mengundang banyak tokoh untuk bergabung dalam upaya menentang rencana penggusuran tersebut.
Alasan penolakan ini didasarkan pada kebijakan pemindahan paksa pedagang ke lokasi baru yang dijadwalkan pada tanggal 15 Januari 2024.
Ferry Dharmawan menyampaikan keprihatinan terhadap nasib para pedagang yang belum memiliki kios baru untuk berdagang, dan pertanyaan mendasar tentang kelayakan lokasi baru yang disiapkan, apakah dapat menampung seluruh pedagang yang mencapai 4.500 kios.
Baca Juga: Warga dan Pekerja Pariwisata Borobudur Tolak Raperpres Tata Kelola Kawasan Borobudur
Terlebih para pedagang baru saja bangkit pasca pandemi COVID-19 yang telah memberikan dampak besar terhadap para pedagang.
Pemindahan ini dikhawatirkan akan semakin mempersulit kondisi mereka. Saat ini, pedagang menjalankan usahanya di dalam taman wisata candi, namun rencana pemindahan ke lokasi baru dinilai kurang strategis.
Ferry Dharmawan menyoroti beberapa masalah terkait relokasi, termasuk ketidakpastian mengenai akses keluar dari lokasi baru dan desain kios yang memiliki dua tingkat. Mayoritas pedagang di kawasan tersebut menjual produk kerajinan lokal, pakaian, dan sejenisnya.
Baca Juga: Ikut Terbangkan Lampion di Borobudur, Ganjar Rasakan Kebahagiaan Umat Buddha
"Pemindahan ini harus memperhatikan kesejahteraan pedagang, bukan mematikan usaha mereka. Jangan biarkan relokasi ini menjadi bencana bagi para pedagang yang tengah berjuang mempertahankan hidup," ungkap Ferry Dharmawan.
Ia juga menegaskan bahwa Borobudur Los tidak gentar menghadapi upaya penggusuran ini dan siap melawan segala bentuk tekanan dari pihak-pihak yang mencoba menerapkan kebijakan tersebut, khususnya gerombolan oligarki yang dianggap sebagai pihak yang diuntungkan dari pemindahan ini.
Baca Juga: Viral Percobaan Pembunuhan 2 Pasien di RS Harapan Kota Magelang, Pelaku Disebut Gangguan Jiwa
Untuk itu, Ferry mengajak kepada para pedagang Borobudur untuk ikut dalam aksi demo besar pada 15 Januari 2024 bersama Presidium Borobudur Los.
Untuk diketahui, rencana relokasi ini akan dilakukan oleh BUMN bernama Indonesian Journey atau InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko, dan PT Sarinah. ***




