POJOKSATU.id, KARAWANG – Kepedulian terhadap lingkungan dan nilai kemanusiaan ditunjukkan warga Lingkungan Kosar Tanjung, Kelurahan Plawad. Sejak pagi hari, Minggu (28/12/2025), warga RT 19/05 bergotong royong membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang selama ini mulai tertutup semak dan rumput liar.

Dengan peralatan seadanya, warga menyisir setiap sudut area pemakaman. Ranting kering, ilalang, dan sampah dikumpulkan agar kawasan makam kembali tertata dan layak diziarahi. Suasana kerja bakti berlangsung penuh kebersamaan tanpa mengenal usia.

Kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan merawat fasilitas umum, tetapi juga menjadi refleksi kesadaran sosial warga dalam menghormati para pendahulu. Tradisi tahunan ini dinilai sebagai pengingat pentingnya menjaga hubungan antara generasi yang hidup dengan mereka yang telah wafat.

Ketua RT 19, Dadang Permana, mengatakan bahwa kerja bakti TPU merupakan wujud tanggung jawab moral masyarakat. Menurutnya, makam bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga bagian dari identitas lingkungan yang harus dijaga bersama.

Baca Juga: Polisi dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Layak untuk Nenek Emi di Klari Karawang

“Kami ingin makam ini terawat dan nyaman. Ini bagian dari nilai budaya dan kepedulian sosial warga,” ujar Dadang.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi warga menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap lingkungan. Gotong royong semacam ini, kata dia, perlu terus dipelihara agar tidak tergerus perubahan zaman.

Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Plawad, Hendra Wijaya S.Psi, M.Si. Ia menilai apa yang dilakukan warga RT 19/05 layak dijadikan contoh bagi wilayah lain.

Menurut Hendra, kerja bakti TPU di Kosar Tanjung menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan bisa tumbuh dari inisiatif warga. Hal ini menjadi modal sosial penting untuk mendorong gerakan yang lebih luas.

“Semangat seperti ini tidak boleh berhenti di satu RT saja. Harus kita dorong menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, LPM Plawad berencana meluncurkan program “Operasi Sapu Jagat”, yakni aksi bersih-bersih TPU secara serentak di seluruh wilayah Kelurahan Plawad. Program tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Hendra menegaskan, Operasi Sapu Jagat bukan sekadar agenda kebersihan, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif agar warga semakin peduli terhadap lingkungan dan ruang publik.

Melalui gerakan ini, Kelurahan Plawad ditargetkan menjadi contoh wilayah yang aktif, solid, dan berdaya dalam menjaga kebersihan serta nilai kebersamaan di tengah masyarakat. ***