POJOKSATU.id, KARAWANG - Aksi tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMK Muhammadiyah 2 Cikampek dan berujung pada kematian mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Akmaludin.
Ia mengungkapkan rasa prihatin dan mirisnya terhadap meningkatnya kasus tawuran pelajar di wilayah tersebut.
"Kejadian tawuran yang baru-baru ini menyebabkan meninggalnya seorang pelajar sangat memprihatinkan. Para pelajar seharusnya fokus pada belajar dan mengembangkan potensi positif seperti olahraga dan sains," ujar Akmaludin, Jumat 14 Juni 2024.
Akmaludin menekankan bahwa pelajar harus menjalankan tugas mereka dengan baik untuk membanggakan sekolah dan orang tua.
Baca Juga: PT HBSP Desak Polres Karawang Tolak Izin Unjuk Rasa Susulan PAC Pemuda Pancasila Ciampel
"Kabupaten Karawang membutuhkan generasi pelajar yang terdidik, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat lokal maupun global," tambahnya.
Ia berharap para orang tua, pihak sekolah, dan otoritas pendidikan terus memberikan penguatan dalam ilmu pengetahuan, agama, dan sopan santun kepada pelajar. "Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi di Karawang," harapnya.
Akmaludin juga menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan ekstra dari semua pihak untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
"Diperlukan pengawasan dan pembinaan ekstra agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan," lanjutnya.
Baca Juga: Musim Kemarau Tiba, Pemkab Karawang Siaga Kebakaran: Catat Nomor Hotline Damkar!
Sementara itu, Riesye Silvana, Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat, menyatakan bahwa mayoritas pelajar yang terlibat tawuran berasal dari sekolah swasta, dengan sekitar 20 persen dari sekolah negeri. "Kami akan memanggil pihak sekolah jika ada peserta didiknya yang terlibat tawuran," tegasnya.
Aksi tawuran pelajar di Karawang, terutama yang berujung pada kematian, menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Baca Juga: Gebyar PATEN di Cibuaya Karawang Disambut Antusias Masyarakat
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Akmaludin, menyerukan pentingnya fokus pada pendidikan dan pengawasan ekstra untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dukungan dari semua pihak, termasuk orang tua, sekolah, dan otoritas pendidikan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi pelajar. ***




