POJOKSATU.id, KARAWANG – Upaya membangun generasi muda yang cerdas bermedia dan memahami nilai demokrasi terus digencarkan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, menggelar kegiatan pendidikan demokrasi dan literasi digital yang menyasar pelajar tingkat SMA di Karawang.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi edukatif tentang demokrasi di era digital serta pentingnya sikap bijak dalam menggunakan gawai. Sebanyak 50 siswa-siswi SMAN 2 Karawang menjadi peserta utama dalam program yang bertujuan membentuk karakter Gen Z agar lebih kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh informasi negatif di dunia maya.

Kepala SMAN 2 Karawang, Drs. H. Agus Setiawan, M.Pd, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Hj. Sri Rahayu Agustina. Menurutnya, pendidikan demokrasi saat ini harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital, mengingat kehidupan pelajar sangat dekat dengan teknologi dan media sosial.

Baca Juga: Alumni SMAN 2 Karawang Gagas SMANDA Eduverse 1.0, Bangkitkan Semangat Kuliah Siswa

“Program ini sangat positif. Siswa perlu memahami bagaimana demokrasi berjalan di era digital sekaligus dibekali literasi agar bijak dalam menggunakan gawai, tidak mudah termakan hoaks, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal produktif,” ujarnya, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini penting untuk membentuk pola pikir pelajar agar lebih sadar akan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa. Terlebih, penggunaan gadget yang masif di kalangan Gen Z membutuhkan pendampingan agar tidak berdampak negatif terhadap perilaku maupun prestasi belajar.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi, bertanya, serta mengikuti materi yang disampaikan. Mereka menilai edukasi tentang demokrasi dan literasi digital sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyikapi informasi di media sosial.

Melalui kegiatan ini, Hj. Sri Rahayu Agustina berharap para pelajar Karawang mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi, etika digital, serta tanggung jawab dalam bermedia di ruang publik. ***