POJOKSATU.id, KARAWANG - Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa dari DPC GMNI Karawang di depan Markas Kodim 0604/Karawang, Kamis (9/4/2026), berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif.
Di tengah panasnya cuaca dan semangat mahasiswa menyuarakan aspirasi, muncul pemandangan yang tak biasa. Dua prajurit TNI perempuan dari Kodim 0604/Karawang menunjukkan sisi humanis dengan turun langsung ke tengah massa aksi.
Mereka adalah Pasilog Kodim 0604/Karawang, Letda CPM (K) Titin Mulyati, dan Pelda (K) Dewi Farida. Keduanya terlihat membagikan air mineral kepada mahasiswa yang tengah berorasi di bawah terik matahari.
Baca Juga: Aksi Damai GMNI di Karawang, Mahasiswa Beri Mawar ke Dandim
Aksi sederhana tersebut sontak menjadi sorotan. Di tengah dinamika demonstrasi yang identik dengan ketegangan, kehadiran mereka justru menghadirkan suasana yang lebih sejuk dan penuh empati.
“Kami hadir di sini bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Memberikan air minum ini adalah bentuk kepedulian kami agar rekan-rekan mahasiswa tetap sehat selama menyampaikan aspirasinya,” ujar Letda CPM (K) Titin Mulyati di lokasi.
Menurutnya, pendekatan humanis ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari arahan pimpinan Kodim 0604/Karawang agar setiap interaksi dengan masyarakat dilakukan secara persuasif dan mengedepankan komunikasi yang baik.
Baca Juga: Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Karawang Capai 36 Persen
Ia juga menegaskan bahwa pihak TNI, khususnya Kodim 0604/Karawang, sangat menghormati hak konstitusional mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam demokrasi. Kami menghargai setiap aspirasi yang disampaikan selama dilakukan dengan tertib,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Pelda (K) Dewi Farida. Ia menyebut bahwa aksi berbagi air mineral tersebut dilakukan atas dasar kepedulian terhadap kondisi mahasiswa yang berada di lapangan.
“Kami ingin memastikan situasi tetap nyaman bagi semua pihak. Mahasiswa adalah mitra strategis, dan melalui pendekatan yang santun, kita bisa menunjukkan bahwa demokrasi di Karawang berjalan dengan damai,” ungkapnya.
Baca Juga: Pesan Menyentuh Kasdim Karawang: Lebih Baik Kehilangan Beras daripada Kehilangan Nyawa
Respons positif pun datang dari para mahasiswa. Mereka tampak menerima air mineral yang dibagikan dengan senyum, bahkan beberapa di antaranya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh anggota TNI tersebut.
Momen ini menjadi bukti bahwa di tengah perbedaan peran antara aparat dan mahasiswa, nilai kemanusiaan tetap menjadi jembatan yang mampu menyatukan kedua belah pihak.
Pengamat sosial menilai, pendekatan persuasif seperti ini penting untuk terus dikedepankan, terutama dalam menghadapi aksi unjuk rasa. Selain mampu meredam potensi konflik, langkah tersebut juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Di sisi lain, aksi mahasiswa yang berlangsung juga tetap berjalan sesuai koridor. Tidak terlihat adanya gesekan berarti antara massa aksi dan aparat keamanan.
Situasi di depan Markas Kodim 0604/Karawang pun tetap aman hingga kegiatan berakhir. Aparat dan mahasiswa sama-sama menjaga ketertiban, menunjukkan bahwa ruang demokrasi dapat berjalan harmonis ketika diiringi sikap saling menghargai.
Baca Juga: Puluhan Tahun Bayar Rp2 Ribu, Kini Warga Kalijati Karawang Senang Punya Jembatan Permanen Gratis
Kejadian ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis bukan sekadar simbolik, melainkan strategi efektif dalam menjaga stabilitas sosial.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, kolaborasi antara aparat dan masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif.
Momen sederhana seperti pembagian air mineral ini pun menjadi pesan kuat bahwa empati dan kepedulian masih menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat. ***




