POJOKSATU.id, KARAWANG – Sebanyak 38 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Karawang berpartisipasi dalam Lomba Cerdas Cermat Sejarah Lokal yang digagas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Karawang. Ajang ini menjadi sarana untuk menanamkan rasa bangga generasi muda terhadap sejarah Karawang yang lekat dengan perjalanan bangsa Indonesia.

Kepala SMAN 1 Cikampek, Drs. H. Agus Setiawan, M.Pd., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan lomba ini merupakan hasil persiapan panjang. Kegiatan tersebut akhirnya bisa terlaksana berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Baca Juga: Studi Kampus SMAN 1 Cikampek: Memotivasi Siswa dan Menggali Kearifan Lokal di Yogyakarta

“Pesertanya sangat banyak, total ada 38 tim dari SMA negeri, swasta, SMK hingga MAN. Bahkan kalau tidak dibatasi, mungkin jumlahnya bisa lebih. Tujuan utamanya agar siswa semakin mengenal dan mencintai sejarah Karawang yang punya kontribusi besar dalam sejarah nasional,” jelasnya, Rabu 27 Agustus 2025.

Menurut Agus, lomba ini juga relevan dengan situasi terkini, terutama setelah adanya kebijakan larangan study tour dari Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Apresiasi SMAN 1 Cikampek Saat Sidak SPMB

“Karawang memiliki warisan sejarah yang lengkap, dari masa prasejarah hingga era modern. Siswa bisa belajar langsung dari situs-situs sejarah yang ada di daerah ini. Harapannya mereka tumbuh dengan rasa bangga dan lebih mencintai sejarah Karawang,” tambahnya.

Ketua MGMP Sejarah SMA Karawang, Taupik, M.Pd., menyampaikan bahwa lomba tahun ini mengusung tema ‘Mencintai Sejarah Karawang sebagai Bagian dari Sejarah Nasional’.

“Kami ingin pelajar semakin menyadari bahwa sejarah lokal sangat erat kaitannya dengan sejarah bangsa. Contohnya peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, yang menjadi momentum penting menjelang proklamasi kemerdekaan,” ucapnya.

Dari total 38 sekolah peserta, panitia menyeleksi hingga terpilih 12 tim terbaik yang melanjutkan ke babak utama menggunakan sistem bel. Untuk menjaga objektivitas, lomba menghadirkan juri dari kalangan akademisi sejarah, di antaranya Ateng Rasudin dan Obar Subarja.

Materi yang diujikan pun cukup luas, tidak hanya sejarah nasional, tetapi juga sejarah lokal Karawang. Beberapa di antaranya peristiwa Rengasdengklok, tragedi Rawagede, hingga pembangunan Bendungan Walahar yang berhubungan dengan politik etis pada masa kolonial Belanda.

Baca Juga: SMAN 1 Cikampek Juara Lomba Sekolah Sehat SERASI 2025, Menuju Adiwiyata Nasional

“Karawang ini gudangnya sejarah. Kalau tidak diperkenalkan kepada generasi muda, bisa-bisa identitas lokal hilang. Melalui cerdas cermat seperti ini, siswa bisa belajar sejarah dengan cara menyenangkan,” ujar Taupik.

Ia juga menyoroti antusiasme peserta yang begitu tinggi. Banyak siswa yang rela belajar ekstra meski materi baru diberikan beberapa bulan sebelumnya.

Baca Juga: Heboh! Kawanan Monyet Liar Berkeliaran di SMAN 1 Cikampek, Siswa Resah

“Ini membuktikan bahwa mereka serius dan bersemangat. Harapan kami, melalui kegiatan ini semakin banyak siswa Karawang yang bangga pada sejarah lokal, sekaligus mengaitkannya dengan sejarah nasional,” tutupnya. ***Yopie