Pemkab Karawang Siapkan Dana Rp 18 Miliar untuk RTH

Kepala Dinas lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan
Kepala Dinas lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan

POJOKSATU.id, KARAWANG – Kepala Dinas lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, menjelaskan terkait rencana Pemerintah Kabupaten Karawang yang akan membangun Taman Ruang Terbuka Hijau di lokasi Pasar Lama Rengasdengklok dan merelokasi para pedagang ke Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok.


“Jadi kaitan dengan Taman Ruang Terbuka Hijau sesuai dengan undang-undang bahwa idealnya dalam satu kabupaten atau wilayah minimal 30% dari luas yang ada dan itu harus sifatnya agar hijau, sejuk dan lain sebagainya serta menunjang juga dengan kaitannya kebutuhan berdasarkan manusia yaitu oksigen. Kita ingin mengembalikan Rengasdengklok jadi kota pangkal perjuangan,” kata Wawan Setiawan, Selasa (6/12/22).

Dia juga menyampaikan berdasarkan kajian di Kabupaten Karawang baru ada 17% untuk pembangunan Taman Ruang Terbuka Hijau di Tahun 2020.

“Kita selaku dinas teknis ini mengambil langkah-langkah upaya bagaimana caranya dari 17% pembangunan Taman Ruang Terbuka Hijau untuk mencapai ideal sesuai dengan undang-undang, dulu itu tanggung jawab Cipta Karya PRKP namun dalam RPJM mulainya bupati yang baru ini yang terpilih tahun 2021 sampai tahun 2026 di bidang pertamanan dilimpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), kita juga sudah membangun Taman Ruang Terbuka Hijau melalui tanaman mangrove di daerah perkotaan dan pesisir dan daerah pegunungan yang bekerja sama dengan perhutani,” ujarnya.


Kemudian, Wawan Setiawan juga mengatakan bahwa secara keseluruhan kurang lebih 18 Miliar untuk pertamanan yang sudah dibagi-bagi porsinya. Antara lain yang menonjol pada tahun 2022, yaitu penataan Bundaran Badami Karawang Barat dan selanjutnya penataan Taman Ruang Terbuka Hijau di lokasi Pasar Lama Rengasdengklok.

“Sekarang secara keseluruhan untuk pertamanan ini kurang lebih sekitar 18 miliar ini tadi dibagi porsinya sama karena kita juga ada tanggung jawab mungkin kaitan tadi tenaga kerjanya, ya sudah ada memelihara menjaga pupuk dan penyiramannya gitu kan, namun yang menonjol di tahun ini yaitu penataan bundaran badami Karawang Barat terus sekitar anggarannya itu 2 miliar yang sudah dilaksanakan sekarang dalam proses finishing lah, dan Kemudian yang kedua itu juga diantaranya itu untuk penataan Ruang Terbuka Hijau di pasar Rengasdengklok,” ucapnya.

Masih dikatakan Wawan, tahap pertama tahun 2022 untuk pembangunan Taman Ruang Terbuka Hijau yaitu Pemagaran yang sudah dianggaran oleh pemerintah dan akan ditindaklanjuti pembangunan Taman Ruang Terbuka Hijau di Tahun 2023.

“Setelah proses relokasi ini selesai para pedagang setuju pindah nanti di lokasi tersebut akan dibangunkan pemagaran dulu di tahun 2022 ini, kita akan tindaklanjuti di tahun 2023 untuk pembangunan Taman Ruang Terbuka Hijaunya di tanah milik Pemda dan Tanah PJKA yang sudah bekerja sama dengan Pemda,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Karawang selain akan membangun Ruang Terbuka Hijau juga akan membangun Rumah Sakit Tipe B untuk menopang masyarakat yang berada wilayah Karawang Utara.

“Disamping itu pemerintah Kabupaten Karawang juga ingin mengembalikan jati diri kota Rengasdengklok dengan ditunjang infrastuktur, di Taman Ruang Terbuka Hijau itu akan dibangun tempat ibadah, tempat berkumpul masyarakat, taman bermain anak-anak dan juga di Rengasdengklok akan dibangunkan rumah sakit tipe B yang akan menopang masyarakat yang berada di 8 atau 9 Kecamatan di wilayah Karawang Utara,” tandasnya.

(Yusup/ega nugraha/pojoksatu)