Relokasi Pedagang Pasar Rengasdengklok Karawang Digelar Pekan Depan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri

POJOKSATU.id, KARAWANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Karawang yang melaksanakan penertiban pasar lama rengasdengklok kembali mendapatkan penolakan dari ratusan pedagang pasar yang didampingi oleh LSM GMBI Kabupaten Karawang.


Proses relokasi akhirnya ditunda dan akan dilaksanakan pekan depan oleh Pemkab Karawang.

Sebelumnya, ratusan tim gabungan aparat yang diterjunkan ke lokasi pasar lama rengasdengklok untuk melakukan penertiban mendapat perlawanan dari para pedagang yang didampingi LSM GMBI, sehingga penertiban pasar lama rengasdengklok kembali ditunda.

Menurut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan kemudahan dan memfasilitasi para pedagang terkait masalah harga kios, cicilan kios, pasar itu lebih tertib dan ramai sehingga para pedagang dapat menikmati kemajuan pasar tersebut.


“Yang jelas pemerintah daerah akan senantiasa memberikan kemudahan, memfaslitasi bagaimana skenario harga kios, bagaimana skenario nanti cicilan, bagaimana skenario pasar itu supaya lebih tertib, lebih ramai dan mereka menikmati kemajuan pasar itu,” kata acep jamhuri di Rumah Makan Gurame Rengasdengklok, Rabu (30/11/2022).

Dia juga mengatakan bahwa peneritban kembali ditunda karena pembangunan awning di pasar proklamasi belum selesai dan setelah pembangunan awning selesai akan menyelesaikan penertiban pasar lama rengasdengklok.

“Sekarang kita tangguhkan dulu kalau belum selesai tapi insya allah kita sepakat selesai, kita akan diskusi kepada masyarakat ke sana lagi, saya katakan tidak akan main-main dan akan menyelesaikan penertiban, karena kalau setengah-setengah itu rasany gak enak,” ujarnya.

Kemudian, Acep Jamhuri juga menyampaikan bahwa dengan serius dan komintmen para pedagang ketika pembangunan awning sudah selesai akan kembali melakukan penertiban dan para pedagang harus pindah semua.

“Minggu depan selesai kita akan dengan keseriusan dan mudah-mudahan kita komitmen membantu mereka, mereka juga sama komitmen pindah bersama-sama tidak jualan disitu, saya juga hari ini akan berdiskusi dengan PT VIM untuk membantu pedagang mulai dari aspek harga, aspek booking fee tidak ada, aspek uang DP tidak ada, Awning kita siapkan, nanti kita juga akan siapkan koperasi untuk permodalan mereka lewat koperasi,” ucapnya.

Selain itu, Dia juga mengungkapkan Para pedagang yang masih menuntut pemerintah daerah ganti rugi harus dilihat aspek legalitasnya serta para pedagang ada perjanjian apa dengan pemerintah daerah dan melihat sejarah 20 tahun yang lalu ada koordinator yang membangun hanya satu juta setengah sampai dua juta.

“Ganti rugi yang mana ganti ruginya, kita lihat sejarahnya kalau dilihat ganti rugi harus melihat aspek legalitasnya, berapa tahun menempati, mereka bayar apa saja dan ada perjanjian apa dengan pemda, kita 20 tahun yang lalu ketika kebakaran apal di sana ada koordinator membangun paling harga sekitar satu juta setengah sampai dua juta, sekarang kita ganti rugi 20juta sampai 30juta waduh pemda jebol,” ungkapnya

Lebih lanjut, Acep Jamhuri juga menambahkan mereka yang dulu jadi koordinator PT Kaliwangi inginkan harga kios sama dengan Pasar Cilamaya yang sementara belum jelas legalitas tanahnya berbeda dengan PT VIM yang sudah jelas legalitas tanahnya sebelum pasarnya jadi.

“Nah sekarang mereka juga minta karena dulu sebagai koordinator PT Kaliwangi, Kaliwangi kan sudah tidak mampu membangun kalau kaliwangi mampu berarti mereka lanjut, dan jadi akhirnya sekarang take over ke PT VIM, nah PT VIM kaitan harga ingin sama dengan pasar cilamaya karena masih melegalisasi aspek tanahnya, ini mah kan sebelum pasarnya jadi aspek tanahnya sudah jelas, tapi kami pemerintah daerah akan terus berupaya membantu yang penting mereka pindah dulu,” pungkasnya.(Yusup/Pojoksatu)