Relokasi Pedagang Pasar Rengasdengklok Gagal, 279 Aparat Gabungan Diusir

Ratusan pedagang Pasar Rengasdengklok didampingi massa LSM GMBI berhasil mengusir 279 aparat gabungan
Ratusan pedagang Pasar Rengasdengklok didampingi massa LSM GMBI berhasil mengusir 279 aparat gabungan

POJOKSATU.id, KARAWANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Karawang yang akan menertibkan Pasar Lama Rengasdengklok dan merelokasi para pedagang ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok kembali gagal dilaksanakan.


Ratusan pedagang Pasar Rengasdengklok didampingi massa LSM GMBI berhasil mengusir 279 aparat gabungan untuk mundur yang akan melakukan penertiban pasar lama Rengasdengklok dan merelokasi pedagang ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok.

Menurut, Atin Perwakilan LSM GMBI Bagian Investigasi mendampingi para pedagang pasar lama rengasdengklok mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karawang sebelum melakukan penertiban dan merelokasi para pedagang pasar rengasdengklok kembali, seharusnya menghargai proses gugatan para pedagang yang sudah diajukan ke pengadilan negeri Karawang.

“Kami dari LSM GMBI bukan berarti membantah ke pemerintah, dari pihak para pedagang meminta dampingan dari LSM GMBI karena sebagai wadah lembaga swadaya masyarakat, cuma dalam hal ini coba hargailah proses hukum karena ini sedang diajukan gugatan ke pengadilan negeri Karawang,” kata Atin di lokasi Pasar Lama Rengasdengklok, Rabu (30/11/2022).


Di tempat terpisah, Suwandi Kasatpol PP Kabupaten Karawang saat dikonfirmasi PojokJabar di Rumah Makan Saung Gurame Rengasdengklok, menyampaikan sebelumnya sudah melaksanakan penertiban di pasar lama Rengasdengklok dan ada permohonan dari para pedagang untuk menunda penertiban dan merelokasi para pedagang karena sudah dijanjikan Pemerintah Daerah untuk dibangunkan awning di Pasar Proklamasi Rengasdengklok.

BACA JUGA : Pasar Rengasdengklok Karawang Mencekam, Ratusan Pedagang Nyaris Bentrok Dengan Aparat

“Minggu – minggu kemarin kan kami sudah melaksanakan di blok depan Shelby itu, dari akhir kegiatan itu ada permohonan dari para pedagang pasar rengasdengklok ke pemerintah daerah termasuk ke pak sekda dan Kapolres pada waktu itu, dan pak sekda juga menjanjikan untuk membuat awning di pasar proklamasi Rengasdengklok dan ketika di perjalanan kan kemarin sudah 50% tapi roboh oleh angin, karena ini belum selesai kami juga akan mensosialisasikan ke para pedagang untuk langsung pindah tapi karena awning belum selesai kegiatan ini ditunda,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sudah beberapa kali melayangkan surat pemberitahuan penertiban ke para pedagang mulai dari pedagang yang di bahu jalan sampai pedagang yang didalam pasar lama Rengasdengklok.

“Lapak kemarin itu ada sekitar 500an dan jumlah pastinya kan ada disperindag, kita bikin dari mulai pedagang bahu jalan sampai kedalam,” ungkapnya.

Selain itu, Suwandi juga mengatakan dari awal penertiban pasar lama Rengasdengklok itu sudah ada sekitar 100 lapak yang sudah ditertibkan. Ia juga berharap para pedagang bisa bekerja sama dengan baik untuk menciptakan Rengasdengklok yang asri.

“Sekitar kurang lebih ada lah 100 lapak kita tertibkan, kami pemerintah daerah juga ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pedagang, kami harapannya kita bisa bekerja sama dengan baik antara pemerintah daerah dengan para pedagang untuk menciptakan Rengasdengklok yang asri dengan dibuatnya ruang terbuka hijau disitu sehingga tidak seperti sekarang,” pungkasnya. (Yusup/Pojoksatu)