Sosialisasi Pemanfaatan Lahan PT KAI Tuai Perdebatan dari Para Pedagang Pasar Rengasdengklok

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menggelar sosialisasi pemanfaatan lahan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menggelar sosialisasi pemanfaatan lahan

POJOKSATU.id, KARAWANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menggelar sosialisasi pemanfaatan lahan milik PT KAI (Persero) oleh Pemerintah Kabupaten Karawang kepada Masyarakat para pedagang yang menempati Aset PT KAI di area Pasar Lama Rengasdengklok yang akan dibangun menjadi Taman Ruang Terbuka Hijau dan merelokasi para pedagang ke Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok, menuai polemik perdebatan dari para pedagang pasar lama Rengasdengklok.


Pantauan Pojokjabar di lokasi acara sosialisasi yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Rengasdengklok, dihadiri oleh Senior Manager Penjagaan Aset PT KAI, Senior Manager Humasda PT KAI, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Camat Rengasdengklok, Danramil 0404 Rengasdengklok, Kapolsek Rengasdengklok, Kasatpol PP Kabupaten Karawang, Kepala UPTD Kebersihan Wil II Rengasdengklok, Masyarakat Para Pedagang Pasar Lama Rengasdengklok, Serta Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam acara sosialisasi pemanfaatan lahan milik PT KAI, beberapa perwakilan pedagang pasar lama Rengasdengklok menyampaikan aspirasinya terkait harga kios pasar proklamasi Rengasdengklok terlalu mahal, kesiapan Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang akan menampung para pedagang pasar lama, serta ingin adanya penundaan pembangunan pemagaran ruang terbuka hijau yang akan merelokasi seluruh para pedagang pasar lama Rengasdengklok.

Menurut, Asep Syaripudin Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Golkar saat dikonfirmasi PojokJabar menyampaikan pada hari ini agenda sosialisasi antara PT KAI dengan para pedagang jadi menyampaikan status tanah sebenarnya yang selama ini digunakan para pedagang pasar, PT KAI (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten Karawang sudah bekerja sama untuk membangun Ruang Terbuka Hijau di Pasar Lama Rengasdengklok dan Merelokasi seluruh para pedagang pasar ke Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok.


“Poinnya agenda pemerintah daerah yang akan merelokasi dari pasar lama ke pasar baru proklamasi yang didirikan oleh PT VIM, kami sebagai perwakilan dari masyakarat berharap kepada pemerintah daerah karena dilahan pasar lama yang ada bidang tanah PT KAI akan dibangun Ruang Terbuka Hijau atau pada tahap pertama akan dilakukan pembangunan pagar, nah dilahan PT KAI itu ‘kan banyak berdiri bangunan pedagang dan sedangkan untuk relokasi di sana belum ada tempat yang representatif, saya berharap kepada pemerintah daerah ini harus menunda terlebih dahulu untuk pembangunan pagar dan melakukan relokasi karena ini jelas akan menghabisi mata pencarian mereka sebagai pedagang dan insya Allah kami dari fraksi partai golkar akan melakukan audensi dengan beberapa stakholder,” ucapnya.

Kemudian, dia juga mengatakan bahwa terkait masalah harga kios pasar baru proklamasi Rengasdengklok yang terlalu mahal untuk para pedagang pasar lama Rengasdengklok, Pemerintah Kabupaten Karawang seharusnya bisa merevisi ulang harga kios pasar proklamasi.

“Betul sekali, mekanisme penentuan harganya pun seharusnya direvisi ulang oleh pemerintah daerah karena tidak sesuai dan tidak berdasar pada hari ini kan NJOPnya Rengasdengklok paling tinggi sekitar 4jtaan, nah kenapa ko permeter sampai dua puluh satu, dua puluh tiga, karena ini kan juga harus jelas parameternya darimana apa saja faktornya yang menyebabkan penentuan harga begitu tinggi, dan menurut saya pedagang mana pun gak akan sanggup dengan harga kios atau lapak yang begitu mahal, dan seharusnya para pedagang lama itu kalau tidak salah mendapatkan subsidi sekitar 20% biasanya,” ujarnya.

Masih dikatakan Asep Syaripudin, dari lembaga DPRD akan mengecek secara detail, cerita kronologis awal pemerintah daerah zaman Bupati Ahmad Dadang dengan PT Kaliwangi, kemudian pada tahun 2017 diganti dengan PT VIM. Menurutnya harga kios Pasar Proklamasi Rengasdengklok tidak rasional dan tidak mendasar dengan kesepakatan untuk menentukan harga.

“Nah ini siapa pun mau baru, mau melanjutkan seharusnya punya gaiden atau punya dasar untuk menentukan harga bisa melihat draf kesepakatan kerja samanya dengan PT Kaliwangi dan itu minimal jadi dasar bagi PT VIM, ini mah bukan lagi cerita harga menyesuaikan tapi ini loncat-loncat dan menurut saya harga kios sekarang nggak rasional,” ungkapnya.

Selain itu, Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar menegaskan akan mendorong pemerintah daerah untuk merevisi dalam menentukan harga dan menunda relokasi para pedagang pasar lama Rengasdengklok.

“Makanya bukan hanya menyangkut untuk kepentingan relokasi yang harus ditunda, kami dari fraksi partai Golkar dengan tegas akan mendorong pemerintah untuk merevisi dalam penentuan harga karena ini banyak ada indikasi hal-hal dalam tanda kutip tidak logis,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Eva Chairunisa Senior Manager Humasda PT KAI mengungkapkan bahwa PT KAI sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk pemanfaatan lahan PT KAI yang akan dibangunkan Ruang Terbuka Hijau di Pasar lama Rengasdengklok.

“Oh ya sebenarnya memang kita sudah bekerja sama dengan Pemda Karawang, artinya dalam kerja sama ini benar-benar murni pemanfaatannya dilakukan untuk kepentingan masyarakat kabupaten Karawang, tadi juga sudah dijelaskan juga bahwa area tersebut akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten Karawang,” pungkasnya. (Yusup/Pojoksatu)