Kasus Pemukulan di SMAN 5 Karawang, Keluarga Jaksa Bilang Begini

Ilustrasi Pemukulan
Ilustrasi Pemukulan

POJOKSATU.id, KARAWANG – Keluarga oknum jaksa berinisial T memberikan klarifikasi soal dugaan pemukulan terhadap seorang guru di SMAN 5 Karawang.


Kakak Kandung Jaksa T, Diana menjelaskan kronologi lengkap peristiwa keributan yang terjadi pada Jumat (23/9/22) lalu.

Menurut Diana, adiknya yang diketahui bernama Tumpal Marulitua Yosep itu awalnya hanya berniat menemui istrinya bernama Anasari yang kebetulan mengajar di SMAN 5 Karawang.

“Tujuannya ke sana untuk mengklarifikasi hubungan Jajang dengan Anasari,” ujar Diana, kepada pojoksatu.id, Senin (26/9/22).


BACA JUGA : Guru SMAN 5 Karawang Dipukuli Oknum Jaksa di Area Sekolah

Menurut Diana, saat itu Tumpal sempat mencari istrinya Anasari di SMAN 5 Karawang, namun tidak bertemu karena saat itu sedang tidak ada jadwal mengajar.

Menurut Diana, Tumpal selama ini menaruh curiga kepada isterinya dan Jajang yang sering komunikasi via Instagram dan WhatsApp di luar batas normal.

“Begini ya, apa normal Jajang itu kirim pesan lewat IG lebih dari jam 10 malam tanya ibu Anasari udah tidur belum, ini kan tidak wajar,” ucap Diana.

Bahkan hubungan tak wajar itu sudah diendus oleh Tumpal sejak lama.

“Jadi dia (Tumpal) kesal karena Jajang itu sering menghubungi istrinya (Anasari) hingga tengah malam, bagaimana mungkin mereka saling berkomunikasi tengah malam jika tidak ada hubungan spesial. Sebagai seorang suami, wajar saja adik saya punya rasa kesal dan ingin mengklarifikasi hubungan keduanya,” ungkapnya.

Mengenai kronologi pemukulan, dijelaskan Diana sebenarnya adiknya tidak memukul. Justru sebaliknya, pukulan datang lebih awal dari Jajang.

“Dia cuma narik kerah Jajang di tangga itu, kemudian disitu Jajang dirangkul, tiba-tiba Jajang malah menghajar pelipis mata kiri klien saya,” ungkapnya.

BACA JUGA : Kasus Pemukulan di SMAN 5 Karawang, Begini Kata Polisi

Saat itu lantas Tumpal kembali bangun hendak merangkul kembali Jajang, namun didorong oleh sekuriti bernama Saeful hingga terjungkal.

“Setelah insiden itu, lantas adik saya pulang,” katanya.

Diana menerangkan, bahwa kronologis yang diterangkan Jajang di media justru tidak benar. Faktanya, itu hanya cekcok yang kemudian diawali pukulan dari Jajang.

“Itu bukan pemukulan oleh oknum jaksa, hanya cekcok, Jajang memulai dengan pukulan. Kalau tidak percaya silakan dibuktikan kami sudah visum,” ungkapnya.

Dikatakan Diana, jika Jajang merasa dipukul, kenapa kacamata yang digunakannya tidak rusak, dan tidak terdapat luka di wajahnya.

Saat ini Tumpal juga sudah melapor balik tindakan Jajang ke Mapolsek Karawang Kota, disertai bukti visum.

Diketahui, oknum jaksa tersebut juga telah melapor Jajang ke Mapolsek Karawang Kota dengan LP nomor STBL/B-609/IX/2022/JBR/RES KRW/SEK KRW. (Ega Nugraha/Pojoksatu)