POJOKSATU.id, JEMBER – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember berhasil menuntaskan masalah antrean administrasi kependudukan yang selama ini dikeluhkan warga.

Melalui inovasi Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan), penumpukan pengajuan identitas kini berhasil diselesaikan. 

Warga sekarang tidak perlu lagi menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan KTP.

Baca Juga: Persiapan Sudah 85 Persen, Kostum dan Koreografi Peserta JFC 2026 Makin Matang

Sebelumnya, warga pelosok Jember harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota hanya demi mengurus dokumen kependudukan. 

Minimnya ketersediaan blangko dan terbatasnya petugas kerap memperparah lamanya proses pengurusan di kecamatan.

Sebagai solusi atas masalah tersebut, Pemkab Jember resmi meluncurkan program Peta Cinta. 

Baca Juga: Tak Perlu Bolak-balik Pengadilan, PASTI MAPAN Jember Bikin Revisi Data KTP Sehari Kelar

Inovasi yang diresmikan pada 5 Januari 2026 ini membawa layanan pencetakan KTP langsung ke tingkat kecamatan.

Dampaknya pun langsung dirasakan oleh masyarakat luas. 

Bahkan, tunggakan cetak KTP-el dari tahun 2025 yang menembus angka 66 ribu pengajuan kini sukses diselesaikan tanpa sisa.

Baca Juga: Jember Siap Sulap Sampah Jadi Listrik Lewat Investasi Triliunan Rupiah

Secara keseluruhan, Dispendukcapil Jember telah menerbitkan sebanyak 111.648 keping KTP-el sejak awal tahun 2026. 

Pencapaian ini terwujud berkat penambahan petugas dan jaminan pasokan blangko di 31 kecamatan.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro memastikan performa positif ini akan terus dijaga ke depannya. 

Ia menegaskan keseriusan pemerintah dalam menyajikan pelayanan publik yang cepat dan sepenuhnya gratis.

Bambang juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan material cetak demi memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Baca Juga: Sasar Remaja Putus Sekolah di Area Pelosok, Dekranasda Jember Cetak Wirausaha Batik Baru

"Jangan sampai ada lagi masyarakat yang kesulitan atau harus menunggu lama untuk mendapatkan hak identitas mereka," tutur Bambang, Jumat (3/7/2026).

Di sisi lain, Bupati Jember Gus Fawait turut menyoroti arah kebijakan pembangunan daerah saat ini. 

Ia memastikan fokus pemerintah kini diarahkan pada sektor yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

"Prioritas kerja Pemkab Jember saat ini bukan lagi membangun gedung pemerintahan atau fasilitas mewah yang elitis, melainkan menghadirkan pelayanan yang kemanfaatannya langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Gus Fawait.

Baca Juga: Terima Kucuran Dana Rp 300 Juta, Dekranasda Jember Gelar Pelatihan Membatik Terbesar se-Indonesia

Berkat Peta Cinta, warga Jember di pedesaan, kawasan hutan, hingga pesisir cukup datang ke kantor kecamatan terdekat.

Langkah ini sukses menyudahi beban jarak dan ongkos transportasi yang selama ini kerap memicu ketimpangan akses.

Gus Fawait menyadari persoalan jarak membuat layanan publik seolah-olah hanya berpihak kepada warga di pusat kota.

Baca Juga: Sidak Puskesmas Sumberjambe, Gus Fawait Pastikan Peningkatan Fasilitas dan Jamin Berobat Gratis Bagi Warga Jember se-Indonesia

"Masyarakat Jember itu tersebar di pelosok, pinggiran hutan, hingga pesisir pantai. Jika pelayanan hanya berpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula," tambahnya.

Saat ini, setiap kantor kecamatan telah dilengkapi dua personel khusus beserta perangkat cetak dan blangko e-KTP. 

Pelayanan administrasi kini tidak lagi menumpuk di satu titik, melainkan tersebar merata ke seluruh pelosok.

Gus Fawait menegaskan bahwa kemudahan layanan kependudukan ini bermakna jauh lebih dalam dari sekadar urusan birokrasi semata.

"Ini adalah penegadan bahwa negara haditlr hingga ke tingkat kecamatan, dan hak-hak dasar masyarakat tidak boleh ditunda-tunda," pungkasnya. ***