POJOKSATU.id, JEMBER – Geliat penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember kian menunjukkan tren yang sangat positif.
Tingkat keterisian penumpang alias okupansi pesawat dilaporkan melonjak tajam seiring dengan banyaknya event bergengsi yang digelar di kawasan tersebut.
Puncak okupansi penerbangan rute pulang-pergi (PP) di Bandara Notohadinegoro bahkan tercatat sukses menyentuh angka 89,6 persen.
Baca Juga: Farhan Apresiasi Progres BRT Bandung, Kini Soroti Kepastian Model Bisnis Operator
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, membenarkan bahwa tren lonjakan penumpang penerbangan ini sudah mulai terasa hingga awal bulan Juli 2026.
"Yang mana kita lihat trennya, pada beberapa minggu terakhir memang sekitar 50 persen lebih penumpang dari Bandara Notohadinegoro ini," ujar Gatot saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2026).
Namun, dalam beberapa hari terakhir, lonjakan penumpang pesawat melesat makin tajam hingga menyentuh angka hampir 90 persen.
Baca Juga: Belum Bayar Pajak Kendaraan? Siap-siap Tak Bisa Beli BBM Bersubsidi di NTT
Tingginya antusiasme masyarakat ini dibuktikan dengan data keterisian kursi pesawat dari dua arah.
Penerbangan dari Jakarta menuju Jember maupun sebaliknya dilaporkan sama-sama padat.
"Ini terlihat seperti dari Halim Perdanakusuma bisa terisi sampai 60 seat dari total 72 seat yang tersedia, sementara dari Jember ada sedikitnya 69 seat yang terisi," imbuh Gatot membeberkan rincian data.
Baca Juga: Belum Bayar Pajak Kendaraan? Siap-siap Tak Bisa Beli BBM Bersubsidi di NTT
"Angka ini bisa dikonversi rata-rata PP bisa mencapai 129 seat dan ini kira-kira sekitar 89,6 persen untuk okupansinya," sambungnya.
Ke depannya, angka keterisian penumpang ini diprediksi akan makin meledak menyusul digelarnya ajang karnaval bertaraf internasional, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026.
Merespons potensi tersebut, Gatot memastikan pihaknya telah melakukan persiapan matang guna menyambut kedatangan para wisatawan.
"Maka kami telah mempersiapkan segala sesuatunya di Bandara Notohadinegoro, termasuk juga sudah berkomunikasi dengan pihak maskapai serta JFC," tegasnya.
Dishub Jember juga turut memasarkan layanan penerbangan dari dua maskapai yang saat ini beroperasi di sana, yakni Fly Jaya dan Wings Air.
Baca Juga: Sampah Jadi Persoalan Krusial, Pansus XV DPRD Jabar Siapkan Regulasi yang Lebih Efektif
"Sehingga kuota yang tersedia masih mampu untuk mengangkut para penonton yang hendak datang ke Jember, untuk menyaksikan gelaran JFC," paparnya.
Di sisi lain, Bandara Notohadinegoro rupanya tidak hanya berfokus pada angkutan penumpang.
Layanan kargo kini mulai dimaksimalkan untuk mendongkrak perputaran ekonomi daerah, salah satunya bagi eksportir lokal.
Baca Juga: Peluang Emas Pemagangan Nasional Batch 1 Angkatan 2 Resmi Dibuka, Sudah Tahu Jadwalnya?
"Saat ini sudah rutin setiap Selasa dan Kamis ada pengiriman menggunakan kargo kami, rata-rata sekitar 50-100 kg sekali berangkat dan ini rata-rata lobster, maka kami mengajak mereka untuk bisa menggunakan layanan kargo tersebut," jelas Gatot.
Melihat potensi pasar yang makin menjanjikan, Pemerintah Kabupaten Jember kini tengah berupaya keras mempercepat pelebaran landasan pacu (runway) dan melengkapi fasilitas penunjang lainnya.
Targetnya jelas, agar pesawat berbadan besar bisa segera mendarat.
"Gus Bupati terus melakukan lobi ke pemerintah pusat, dan insyaallah pada tahun depan bisa segera digarap runway-nya karena kita kurang 500 meter untuk pesawat jenis Airbus bisa mendarat di sini," pungkasnya. ***



