POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah cepat dalam mentransformasi pelayanan kesehatan warganya.
Di bawah arahan Bupati Gus Fawait, pemerintah daerah sudah lebih dulu mengoperasikan program Homecare.
Program ini adalah sebuah layanan penanganan medis yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Jurnalis Senior asal Karawang Oland Sibarani Kembali Pimpin Dewan Kehormatan PWI Jabar
Langkah taktis ini dieksekusi tanpa harus menunggu rampungnya kajian rumusan dari pemerintah pusat maupun lembaga perguruan tinggi.
Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa keputusan cepat ini diambil semata-mata karena tingginya urgensi kondisi kesehatan warga di lapangan.
Menurutnya, masalah kesehatan masyarakat membutuhkan penanganan yang cepat dan tidak bisa ditunda hanya karena menunggu proses birokrasi selesai.
Baca Juga: ACC Bersama OJK dan Media Cirebon Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
"Di saat pihak akademisi dan pemerintah pusat masih menyusun formulasinya, Jember memilih terjun langsung ke masyarakat. Urusan kesehatan warga membutuhkan kepastian cepat, bukan penundaan," tegas Gus Fawait.
Ia juga memastikan bahwa Pemkab akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan skema operasional layanan ini seiring berjalannya waktu.
Program Homecare ini dirancang lebih dari sekadar penanganan medis biasa, melainkan sebagai wujud kepedulian nyata bagi kelompok masyarakat yang terpinggirkan.
Baca Juga: MSCI Rombak Indeks Saham Indonesia, CPIN dan GOTO Terdepak dari Global Standard
Terdapat lima segmen prioritas yang menjadi sasaran pantauan rutin tenaga kesehatan.
Kelompok tersebut mencakup lansia yang hidup sebatang kara, ibu hamil berisiko tinggi dari keluarga prasejahtera, serta penyandang disabilitas yang memiliki komplikasi penyakit bawaan.
Selain ketiga kelompok tersebut, layanan ini juga menyasar balita yang terindikasi stunting.
Kelompok kelima adalah warga kurang mampu yang menderita penyakit kronis seperti stroke, diabetes, hingga pasien cuci darah yang selama ini kesulitan biaya maupun akses transportasi ke rumah sakit.
Baca Juga: Panduan Mudah Cek NISN Siswa Secara Mandiri Melalui Situs Resmi Kemendikdasmen
Terkait penanganan pada ibu hamil berisiko tinggi, Gus Fawait menambahkan bahwa tim medis tidak hanya memantau kesehatan fisik, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis.
Pemantauan intensif ini diharapkan dapat menekan Angka Kematian Ibu di wilayah Jember.
Untuk menunjang mobilitas dan kelancaran program jemput bola ini, Pemkab Jember telah menyiagakan 50 unit mobil armada Homecare.
Baca Juga: Panduan Mudah Cek NISN Siswa Secara Mandiri Melalui Situs Resmi Kemendikdasmen
Menyadari adanya tantangan geografis berupa akses jalan yang sempit atau sulit dilalui, pemerintah daerah juga berencana menambah armada berupa kendaraan roda dua bagi para tenaga kesehatan.
Rencana pengadaan armada sepeda motor ini mendapat respons yang sangat positif dari jajaran pelayan medis di daerah.
Kepala Puskesmas Sumberjambe, dr. Sukron Nanda Firmansyah, menilai penambahan armada tersebut merupakan solusi yang sangat strategis.
Baca Juga: Cegah Pencatutan Identitas Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pentingnya Verifikasi NISN
Ia menuturkan bahwa kendaraan roda dua akan sangat mempermudah pergerakan tim medis, terutama ketika mereka harus mendatangi pasien di kawasan pemukiman padat atau pelosok yang mustahil ditembus oleh mobil.
Meskipun wilayah Sumberjambe sebagian besar masih bisa diakses kendaraan roda empat, dr. Sukron meyakini bahwa ketersediaan armada motor tetap menjadi kebutuhan yang krusial, khususnya bagi wilayah-wilayah lain di Jember yang memiliki tantangan medan jauh lebih berat. ***



