POJOKSATU.id, JEMBER– Gelaran gerak jalan1 tradisional Tanggul-Jember (Tajemtra) 2026 yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026), mendapat pengawalan ketat dari sisi medis.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember memastikan kesiapan penuh seluruh tenaga kesehatan (nakes) dan armada medis yang ada.
Semua itu demi menjamin pertolongan cepat dan keselamatan peserta dari garis start hingga finish.
Baca Juga: Demo di Depan KBRI Kuala Lumpur, Aktivis Malaysia Desak Indonesia Buka Data Perusahaan Karhutla
Plt. Kepala Dinkes PPKB, Deni Irawan, menegaskan bahwa pengerahan pasukan medis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan daerah.
"Apel kali ini adalah bentuk pelaksanaan dari perintah Bupati kepada Dinas Kesehatan," ungkap Deni saat memimpin apel kesiapsiagaan Tajemtra 2026.
Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan mengemban tugas krusial untuk melakukan pelayanan kesehatan dan keselamatan bagi seluruh peserta Tajemtra dan masyarakat yang turut mengikuti acara tersebut.
Baca Juga: 'Rakyat akan Mengutuk Saya': Pidato Prabowo Viral Lagi, Ucapannya Kini Jadi Bumerang
Guna memaksimalkan pertolongan pertama, Dinkes menerjunkan armada dan personel dalam jumlah masif.
Berdasarkan rincian peserta apel, kekuatan personel yang dikerahkan meliputi Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember, 50 orang dokter dari tiap-tiap puskesmas, 48 tenaga kesehatan, serta 48 mobil homecare dan ambulance.
Setiap tim dipecah menjadi dua unit tugas utama dengan perlengkapan yang mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat.
Baca Juga: AHRT Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026, Berbekal Kemenangan di Mandalika
Ada Tim P3K terdiri dari 1 orang dokter, 2 orang perawat, dan 1 orang pengemudi.
Kemudian Tim Homecare yang terdiri dari 2 orang tenaga kesehatan dan 1 orang pengemudi di setiap mobil.
Kemudian masing-masing puskesmas diwajibkan mengerahkan 1 unit mobil ambulans yang dilengkapi dengan obat-obatan, alat medis dan non-medis, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), Automated External Defibrillator (AED), serta tandu.
Selain ambulans, masing-masing puskesmas juga mengerahkan 1 mobil homecare yang membawa homecare kit sesuai dengan SOP yang berlaku.
Deni memastikan bahwa seluruh tim di lapangan, baik secara personel maupun sarana prasarana armada ambulans dan homecare, tidak mengalami masalah dan siap melaksanakan tugasnya.
Untuk memberikan respons kegawatdaruratan yang optimal, seluruh armada telah disebar di 51 titik pantau yang membentang dari rute awal dari Alun-alun Tanggul hingga rute akhir di Alun-alun Jember.
"Tujuan saya terkait dengan titik-titik di sepanjang rute adalah bentuk respons cepat kita, bentuk komunikatif kita langsung dengan peserta, sehingga kita hadir di sepanjang rute baik kiri maupun kanan," tegas Deni.
Di akhir instruksinya, Deni memohon dukungan penuh dari seluruh jajaran Kepala Puskesmas, tim medis, nakes, hingga para pengemudi agar pelaksanaan Tajemtra di urusan pelayanan kesehatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. ***



